JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Toyota dilaporkan menghadapi skandal baru karena menghentikan penjualan tiga model di Jepang karena verifikasi kendaraan yang tidak memadai, termasuk uji keselamatan. Masalah ini menambah panjang perjuangan Toyota dalam melawan pelanggaran di grup perusahaannya.
Kementerian Perhubungan di Jepang mengungkapkan bahwa Toyota bersama Mazda, Honda, Suzuki, dan Yamaha telah melakukan pengujian sertifikasi yang tidak tepat. Penemuan ini adalah bagian dari tinjauan yang dipimpin kementerian, demikian dilansir via CBT News, Ahad (9/6/2024).
“Sangat disesalkan bahwa tindakan penipuan baru telah terungkap,” kata kementerian tersebut, menekankan bahwa tindakan tersebut merusak kepercayaan pengguna dan sistem sertifikasi mobil.
Lebih lanjut, menurut produsen mobil tersebut, pihaknya akan menangguhkan pengiriman Corolla Fielder, Corolla Axio, dan Yaris Cross di Jepang mulai 3 Juni. Model lain yang terkena dampak, termasuk Crown , Isis, Sienta, dan Lexus RX juga telah dihentikan.
Namun demikian, perusahaan meyakinkan bahwa tidak ada masalah kinerja yang melanggar Undang-undang atau peraturan dan kendaraan yang terkena dampak masih dapat digunakan dengan aman. Chairman Toyota Akio Toyoda meminta maaf pada konferensi pers, mengakui bahwa tinjauan terhadap puluhan ribu tes mengungkapkan enam pelanggaran.
Dia menjelaskan bahwa meskipun kendaraan tetap aman untuk dikendarai, Toyota gagal mengikuti proses sertifikasi yang benar karena standar pengujian internal yang lebih ketat. “Kendaraan tersebut diproduksi dan dijual tanpa melalui proses sertifikasi yang benar,” kata Toyoda dengan penyesalan yang mendalam.
Skandal ini terjadi pada saat yang sensitif bagi Toyota, tepat sebelum rapat pemegang saham tahunannya. Dua kelompok perwakilan pemegang saham utama telah merekomendasikan agar Chairman Akio Toyoda tidak diangkat kembali, dengan alasan masalah pengujian dan sertifikasi yang sedang berlangsung.
“Mengingat situasi saat ini di mana terjadi serentetan penyimpangan sertifikasi di grup Toyota Motor, pemegang saham disarankan untuk memberikan suara menentang Ketua Akio Toyoda,” kata Institutional Shareholder Services (ISS).
Penyelidikan internal Toyota, yang diminta oleh kementerian, sedang berlangsung, namun tujuh model telah diidentifikasi dengan perbedaan pengujian.
Perusahaan harus menghentikan produksi massal model yang terkena dampak hingga mendapat persetujuan sertifikasi dari Kementerian Perhubungan.
Sumber: Jawapos.com
Editor : RP Edwir Sulaiman