Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Cerita Pengrajin Anyaman Mansiang asal Padang Rasakan Manfaat Program PNM Mekaar

Redaksi • Senin, 24 Juni 2024 | 21:08 WIB

 

Yeni Walnita seorang pelaku usaha ultra mikro asal Padang memperlihatkan produk anyaman Mansiang yang dibuanya.
Yeni Walnita seorang pelaku usaha ultra mikro asal Padang memperlihatkan produk anyaman Mansiang yang dibuanya.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Bersaing dengan berbagai jenis produk anyaman, pengrajin anyaman mansiang harus terus melakukan inovasi dengan memproduksi barang yang unik dan menarik. Dulu anyaman mansiang ini biasanya dipakai ibu-ibu sebagai tas belanja di pasar. Namun kini, semakin banyak produk dari anyaman mansiang yang diminati generasi muda.

Baca Juga: Indahnya Suara dan Kisah Perjalanan Geby, AO Tangguh PNM Medan

Hal ini dirasakan oleh Yeni Walnita seorang pelaku usaha ultra mikro asal Padang.

Awalnya Ia membuat Kombuik, sebuah tas khas olahan tangan warga kampung Taratak Kumbang. Kombuik menjadi usaha turun temurun warga desa. Namun, produk yang homogen ini membuat produk mansiang kurang variatif.

Yeni pun tak kehabisan akal, setelah menjadi nasabah PNM Mekaar dan rutin mengikuti pelatihan yang diberikan oleh PNM, kini Ia memiliki berbagai kreasi produk.

Baca Juga: PNM Bercerita: Kisah AO PNM Bantu Selamatkan Lingkungan lewat Pelatihan Mengelola Sampah di Padalarang

“Sejak gabung jadi nasabah Mekaar saya ikut klasterisasi daun mansiang dan peningkatan kompetensi UMKM kriya. Kalau ngga gitu saya mungkin ngga kebayang bikin produk berbagai macam kaya gini,” ungkap Yeni.

Aneka produk Anyaman Mansiang buatannya antara lain tas mukena, tas laptop, dompet pesta wanita, tas selempang pria, kotak tisu, pouch tumbler dan masih banyak lagi. Apalagi dengan tambahan ornamen, semakin banyak yang tertarik dengan produk kerajinan dari sejenis rumput anggota suku teki-tekian ini.

Baca Juga: Ekonomi, Budaya dan Pendidikan Semakin Maju, Dari Peringatan Hari Jadi Ke-240 Kota Pekanbaru

“Produk anyaman mansiang ditambahkan elemen pita, elemen bunga serta diberi warna agar terlihat menarik” tambahnya.

Berkat kegigihannya, Yeni mendapatkan omset rata-rata hingga 5 juta rupiah setiap bulannya. Ia juga telah memasarkan produknya secara online dan membuka lapangan pekerjaan bagi orang-orang di sekitarnya.

Baca Juga: Lima Hari Jelang PSU, Besok KPU Inhu Sortir dan Lipat Surat Suara

“Alhamdulillah sudah ada yang bantu. Di Taratak sini banyak perempuan yang sulit mencari uang. Jadi mereka bantu-bantu saya membuat kreasi anyaman,” tambah Yeni.

Baca Juga: Remaja 14 Tahun Tewas di Bawah Jembatan di Padang, Anggota Polisi Polresta Padang Diperiksa Propam Polda Sumbar

Usaha yang dirintis Yeni tak lepas dari peran PNM yang memberikannya modal pinjaman untuk membuka usaha melalui program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) dengan aktivitas pendampingan usaha dan dilakukan secara berkelompok.

Pada dasarnya, nasabah PNM Mekaar memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam berusaha, namun terbatasnya akses pembiayaan modal kerja menyebabkan keterampilan berusaha mereka kurang termanfaatkan. Beberapa alasan keterbatasan akses tersebut meliputi kendala formalitas, skala usaha, dan ketiadaan agunan.

Editor : RP Eka Gusmadi Putra
#pnm mekaar padang yeni walnita #PNM Mekaar #permodalan nasional madani #Program PNM