Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Didukung BPDPKS, Samade Bekali Petani Cara Olah Limbah Lidi Sawit

Siti Azura • Senin, 29 Juli 2024 | 10:11 WIB
Pihak Asosiasi Samade berfoto bersama peserta workshop pengolahan limbah lidi sawit menjadi produk ekonomis, yang digelar di salah satu hotel di Pekanbaru, belum lama ini.
Pihak Asosiasi Samade berfoto bersama peserta workshop pengolahan limbah lidi sawit menjadi produk ekonomis, yang digelar di salah satu hotel di Pekanbaru, belum lama ini.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Workshop bertema pengolahan limbah lidi sawit menjadi produk ekonomis digelar di salah satu hotel di Pekanbaru, belum lama ini. Kegiatan yang diikuti sekitar 30 peserta yang merupakan petani pekebun kelapa sawit ini digelar oleh Asosiasi Sawitku Masa Depanku (Samade).

Ketua DPW Samade Riau, Dr Hj Karmila Sari SKom MM mengatakan, kegiatan ini berlangsung berkat kerja sama dari Asosiasi Samade dengan Rumah Tamadun dan didukung penuh oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

“Pelaksanaan kegiatan serupa sebelumnya juga sudah pernah dilaksanakan di Pekanbaru. Ini merupakan bentuk konsistensi Asosiasi Samade dalam mengembangkan industri hilir,” ungkapnya.

“Kalau dalam cakupan besar, Asosiasi Samade tentu mengharapkan bisa membuat home industry minyak goreng. Namun itu belum berhasil. Yang bisa kita lakukan saat ini mencakup pengolahan produk limbah lidi sawit,” terangnya lagi.

Karmila berharap, kegiatan ini dapat memberikan edukasi dan wawasan terhadap para pelaku UMKM khususnya di Provinsi Riau untuk memanfaatkan limbah lidi sawit sebagai salah satu bahan yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Apalagi, saat ini bahan baku lidi sawit sangat melimpah di Riau sebagai daerah yang memiliki perkebunan sawit paling luas di Indonesia.

“Tadi disebutkan bahwa banyak terjadi alih fungsi lahan ke sawit. Artinya ada tambahan sumber untuk lidi sawit. Ini jangan disia-siakan. Lidi sawit jika dikemas dengan baik, apalagi bisa mengikuti kebutuhan pasar, itu merupakan solusi juga untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” ungkapnya.

Sementara itu, CEO Rumah Tamadun yang sekaligus sebagai ketua pelaksana kegiatan, Hendra menyebutkan bahwa ada 25 orang pelaku UMKM yang menjadi peserta dalam kegiatan tersebut.

“Ini kegiatan dari petani dan untuk petani, yang mana kita didukung oleh BPDPKS,” ujarnya.(azr)

Editor : RP Arif Oktafian
#pengolahan limbah #BPDPKS #asosiasi sawitku masa depanku #lidi sawit