Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Sebelum Putuskan Membeli, Sebaiknya Ketahui Kekurangan dan Kelebihan Mobil Listrik

Redaksi • Jumat, 2 Agustus 2024 | 22:50 WIB
Salah satu mobil listrik asal Cina yang diluncurkan di GIIAS 2024.
Salah satu mobil listrik asal Cina yang diluncurkan di GIIAS 2024.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Era mobil listrik dan mobil hybrid saat ini sudah menjadi tren tersendiri. Apalagi produsen mobil berlomba-lomba menawarkan beragam produk yang berbahan bakar ramah lingkungan. Konsumen diuntungkan dengan banyaknya pilihan mobil electrik vehicle (EV).

Produsen mobil asal Cina telah mendominasi penjualan mobil listrik di Indonesia. Ini terlihat dari gempuran produk-produk baru dari merek otomotif Cina yang meluncurkan mobil listrik dari beragam tipe saat pegelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 lalu.

GIIAS 2024 kembali menjadi saksi banyaknya peluncuran kendaraan listrik. Mulai dari Hyundai All New KONA Electric, BYD M6, MG Cyberster dan banyak lagi, mobil bertenaga setrum ini mulai menarik atensi masyarakat.

Konsumen mulai tergoda untuk mimiliki mobil listrik karena digadang ramah lingkungan, hemat pengeluaran BBM, teknologi dan fitur baru yang ada pada produk tersebut. Namun sebelum membeli, ketahui lagi kekurangan dan kelebihan dari memiliki mobil listrik.

Kekurangan memiliki mobil listrik:

Di samping keunggulan, mobil listrik tentunya juga punya kekurangan, misalnya.

Jarak Tempuh Terbatas

Jangkauan tempuh terbatas menjadi pertimbangan untuk membeli mobil listrik. Rata-rata mobil ini bisa menempuh jarak 96.000–193.121 km/pengisian daya.

Sebaliknya, mobil konvensional rata-rata melalui 482.803 km ketika tangki bensin terisi penuh.

Durasi Pengisian Daya Lama

Kekurangan mobil listrik selanjutnya yaitu lamanya durasi pengisian baterai. Pengisian level 1 atau level 2 bisa berlangsung hingga 8 jam. Di stasiun pengisian cepat, baterai baru mencapai 80 persen dalam 30 menit.

Stasiun Pengisian Daya Terbatas

Dilansir laman resmi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), terdapat 1.081 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) milik PLN atau swasta yang beroperasi di Tanah Air per akhir tahun 2023. SPKLU dari PLN tersebar di 872 lokasi se-Indonesia.

Jumlah ini masih terbilang kecil dibandingkan total stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat ada 6.729 SPBU di Indonesia pada April 2022. Jumlah tersebut diambil dari gabungan SPBU Pertamina, Shell, BP, dan Vivo.

Karenanya, Anda perlu merencanakan perjalanan dengan cermat jika mengendarai mobil listrik, mengingat durasi pengisian baterai lama dan tempat isi daya terbatas.

Harga Baterai Mahal

Pabrikan mobil listrik memberikan garansi lama untuk baterai, yaitu 8 tahun atau 160.000 km. Dengan rutinnya pemakaian, baterai tentu perlu diganti.

Nah, Anda perlu bersiap karena biaya baterai cukup menguras kantong. Sebagai contoh, Hyundai memasarkan baterai Ioniq 5 sekitar Rp 300 juta dan long range Rp 400 juta.

Limbah Baterai

Meski tidak menghasilkan emisi knalpot, mobil listrik justru berkontribusi pada limbah baterai. Diperlukan energi dan bahan baku yang tidak sedikit dalam produksi baterai lithium-ion untuk kendaraan listrik. Hal ini secara tak langsung memicu emisi karbon.

Berikut adalah kelebihan jika Anda memiliki mobil listrik di garasi rumah Anda:

Hemat Biaya BBM

Salah satu kelebihan mobil listrik yaitu hemat biaya bahan bakar. Mobil listrik mengkonversi dua per tiga energi listrik menjadi energi mekanik. Angka ini lebih tinggi dibandingkan penggunaan mobil konvensional yang mengubah kurang dari sepertiga bahan bakar sebagai penggerak.

Minim Perawatan

Selanjutnya, perawatan mobil listrik dinilai lebih irit di kantong. Karena punya mekanikal yang berbeda dengan mobil konvensional, komponen mobil listrik tidak harus dirawat secara rutin. Meski tidak membutuhkan perawatan ekstra, mesin mobil listrik lebih halus, tidak berisik, lebih cepat, dan lebih responsif daripada mobil konvensional.

Ramah Lingkungan

Selain menguntungkan penggunanya, mobil listrik juga baik untuk lingkungan. Pasalnya, kendaraan listrik tidak menghasilkan emisi gas buang sehingga mengurangi polusi udara, terutama di perkotaan. Hal ini berbeda dengan mobil konvensional yang mengeluarkan sisa pembakaran dari bahan bakar minyak.

Bebas Ganjil Genap

Mobil listrik bebas melaju di jalanan DKI Jakarta karena tidak terikat aturan ganjil genap. Aturan ini tertulis dalam Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 88 Tahun 2019 dan Perubahan atas Peraturan Gubernur No. 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dan Sistem Ganjil Genap.

Pengisian Daya Mudah

Sesuai namanya, mobil listrik beroperasi berkat motor yang memanfaatkan listrik dari baterai isi ulang. Untuk mengisi daya, kamu perlu menghubungkan baterai ke jaringan listrik eksternal.

Biaya pengisian daya tersebut jauh lebih murah dibandingkan dengan harga BBM mobil konvensional. Sebagai perbandingan, biaya isi ulang baterai rata-rata mobil listrik yang mampu menempuh jarak 350 km yaitu Rp 130 ribu–Rp 150 ribu.

Sementara mobil konvensional justru membutuhkan setidaknya Rp500 ribu untuk jarak yang sama. Poin plus lainnya, pengisian energi mobil listrik dapat dilakukan di rumah. Jadi, Anda tak perlu repot antre.

Itulah kekurangan dan kelebihan mobil listrik dilansir dari laman ACV yang mulai banyak dipilih sebagai tunggangan harian. Memiliki kendaraan listrik merupakan langkah positif untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan menciptakan lingkungan yang bersih.

Sumber: Jawapos.com

Silakan simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu dengan mengakses Riau Pos WhatsApp Channel

 

Editor : RP Edwir Sulaiman
#mobil listrik #electric vehicle #otomotif #kelebihan dan kekurangan