Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

IHSG Anjlok Parah 3,40 Persen ke Level 7.059,65, Ini Penyebabnya

Redaksi • Senin, 5 Agustus 2024 | 21:31 WIB

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sore ini ditutup di zona merah. Mengutip RTI Business, IHSG ditutup anjlok 248,46 poin atau 3,40 persen ke level 7.059,65.

ILUSTRASI
ILUSTRASI

Bahkan, IHSG sempat mengalami pelemahan hingga 4,16 persen ke level 7.004 persen pada 14.32 WIB.

Terpantau, sebanyak 62 saham beregerak naik, 592 saham turun, dan 134 saham tidak bergerak. Adapun market cap tercatat turun ke Rp11.998 triliun.

Adapun sore ini IHSG ditutup turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia dan global. Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 28,65 poin atau 3,12 persen ke posisi 890,70.

“Bursa Asia mengalami koreksi dan dalam tekanan aksi jual, seiring dengan sikap para pelaku pasar pasca rilisnya data ekonomi Amerika Serikat (AS)," sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya.

Pada akhir pekan kemarin, data nonfarm payrolls AS hanya meningkat 114.000, jauh di bawah perkiraan yang sebesar 175.000 dan tingkat pengangguran atau unemployment rate naik menjadi 4,3 persen, di atas ekspektasi yang hanya sebesar 4,1 persen.

Data tersebut mendorong pasar khawatir akan terjadinya pelemahan pertumbuhan ekonomi AS, bahkan mungkin resesi, sehingga membuat para pelaku pasar cenderung berhati-hati tentang prospek ekonomi negara tersebut.

Dari dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami perlambatan, yang mana Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2024 sebesar 5,05 persen secara tahunan (year on year/yoy), atau lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya yang bertumbuh 5,11 persen.

Adapun sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Duta Anggada Realty Tbk (DART), PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA), dan PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP).

Sedangkan saham-saham yang mengalami top Loser adalah PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK), PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI), dan PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD).

Sementara tiga saham teratas ramai ditransaksikan, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).

Sumber: Jawapos.com

Silakan simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu dengan mengakses Riau Pos WhatsApp Channel

 

Editor : RP Edwir Sulaiman
#indeks harga saham gabungan (ihsg) #anjlok #bursa Asia #Data Ekonomi AS