Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Hingga Agustus 2024, Penerimaan Bea dan Cukai Tembus Rp183,2 Triliun

jpg • Selasa, 24 September 2024 | 09:45 WIB
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, beberapa waktu lalu.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Wakil Menteri Keuangan II, Thomas Djiwandono melaporkan penerimaan negara dari kepabeanan dan cukai mencapai Rp183,2 triliun hingga Agustus 2024. Angka ini tercatat tumbuh sebesar 6,8 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dan setara 57,1 persen dari target APBN 2024.

Dia merinci, realisasi penerimaan bea masuk tercatat sebesar Rp33,9 triliun atau 59,1 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini. Angka tersebut tumbuh sebesar 3,1 persen secara (yoy).

“Penerimaan kepabeanan dan cukai sampai Agustus 2024 tercatat sebesar Rp183,2 triliun atau 57,1 persen dari target APBN, tumbuh 6,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Seluruh komponen kepabeanan dan cukai terpantau mengalami pertumbuhan,” kata Thomas dalam konferensi pers APBN KiTA di kantornya, Senin (23/9).

Lebih lanjut, dia membeberkan, pertumbuhan kinerja bea masuk ini didorong oleh naiknya nilai impor sebesar 3,4 persen dan menguatnya nilai tukar dolar AS, meskipun tarif efektif terpantau turun karena turunnya penerimaan dari komoditas utama seperti kendaraan bermotor, suku cadang kendaraan, dan produk baja. Di sisi lain, penerimaan bea keluar juga tercatat meningkat 59,3 persen secara (yoy) menjadi Rp10,9 triliun atau 62,2 persen dari target APBN. Penerimaan ini tumbuh signifikan sebesar 59,3 persen yang dipengaruhi oleh kebijakan relaksasi ekspor komoditas tembaga.

“Meskipun di sisi lain terjadi penurunan bea keluar dari produk sawit dampak dari turunnya harga dan turunnya volume ekspor,” bebernya.

Selanjutnya, penerimaan cukai tercatat mencapai Rp138,4 triliun atau 56,2 persen dari target APBN. Angka tersebut tercatat tumbuh sebesar 5 persen (yoy).

Thomas membeberkan, untuk komoditas cukai hasil tembakau (CHT) tumbuh 4,7 persen (yoy) dipengarui oleh kenaikan produksi terutama hasil tembakau golongan I dan golongan II. Untuk komoditas minuman mengandung etil alkohol juga tumbuh sebesar 11,9 persen sebagai dampak kebijakan kenaikan tarif dan kenaikan poduksi.

“Untuk komoditas etil alkohol juga tumbuh 21,9 persen sejalan dengan kenaikan produksinya. Selain itu bea cukai juga terus lakukan penindakan secara konsisten untuk menekan peredaran rokok ilegal di mana periode tersebut sebanyak 157,5 juta batang rokok ilegal telah berhasil ditindak,” pungkasnya.(jpg)

Editor : Rindra Yasin
#Year on Year #penerimaan bea cukai #APBN 2024 #pendapatan tahunan