Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Indonesia Tekankan Kampanye “Sawit Baik” Talkshow CAEXPO-CABIS Tahun 2024

Siti Azura • Sabtu, 28 September 2024 | 10:17 WIB
Perwakilan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia  foto bersama dalam ajang Cina-ASEAN Expo ke-21
Perwakilan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia foto bersama dalam ajang Cina-ASEAN Expo ke-21

Pekanbaru (RIAUPOS.CO) - Indonesia kembali menegaskan komitmennya terhadap industri kelapa sawit yang berkelanjutan. Hal ini dibuktikan dalam keterlibatannya dalam ajang Cina-ASEAN Expo (CAEXPO) ke-21 dan Cina-ASEAN Business and Investment Summit (CABIS) di Nanning International Convention and Exhibition Center (NICEC). Di Paviliun City of Charm Hall B2, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), yang berkolaborasi dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), membawa kampanye “Sawit Baik” dalam acara “Indonesia Talkshow” yang diselenggarakan pada hari ketiga expo, 26 September 2024.

Acara talkshow ini menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai sektor terkait, seperti Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kementerian Perdagangan Miftah Farid, Kepala Divisi Kemasyarakatan dan Civil Society BPDPKS Aida Fitria serta Wakil Sekretaris Jenderal Gapki Lolita Bangun. Para pembicara memberikan pandangan mendalam tentang pentingnya kelapa sawit bagi perekonomian Indonesia, sekaligus memastikan produk kelapa sawit Indonesia memenuhi standar keberlanjutan global.

Miftah Farid dalam pernyataannya menegaskan, ekspor kelapa sawit ke Cina terus menunjukkan tren positif. Ia mengatakan bahwa Cina adalah salah satu mitra dagang terbesar Indonesia dalam industri kelapa sawit. Ekspor sawit kita ke Cina berkontribusi signifikan dalam memperkuat hubungan dagang kedua negara.

“Kami optimistis, sawit Indonesia akan semakin diterima di pasar global, khususnya di Cina yang saat ini menempati urutan ke-4 besar total ekspor ke Cina. Peluangnya masih sangat terbuka, termasuk energi hijau yang berbasis sawit (biodiesel),” ujar Miftah di hadapan para pengunjung talkshow.

Ia menambahkan, kelapa sawit tidak hanya memberikan dampak ekonomi yang besar bagi Indonesia, tetapi juga membawa inovasi dalam proses produksinya, dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia yang terus mendorong ekspor produk kelapa sawit yang ramah lingkungan.

Sementara itu, Aida Fitria menyoroti pentingnya aspek keberlanjutan dalam industri kelapa sawit. Menurut Aida, BPDPKS bersama Gapki telah mengambil berbagai langkah konkret untuk memastikan sawit Indonesia diproduksi secara bersih dan berkelanjutan.

“Sawit bersih adalah komitmen kami untuk terus mendukung praktik-praktik yang menjaga keberlanjutan lingkungan. Dunia tanpa sawit akan membawa dampak besar, tidak hanya pada ekonomi, tetapi juga lingkungan, karena sawit adalah tanaman yang paling efisien dalam menghasilkan minyak nabati dibandingkan tanaman lain,” ujar Aida.

Aida juga menambahkan bahwa Indonesia telah menerapkan sejumlah regulasi ketat terkait produksi kelapa sawit, mulai dari pengelolaan limbah hingga pelestarian ekosistem di sekitar perkebunan. Upaya ini bertujuan untuk menghilangkan stigma negatif yang selama ini melekat pada industri kelapa sawit, terutama terkait isu deforestasi.

Selama pameran di Paviliun City of Charm Hall B2, BPDPKS dan Gapki menampilkan inovasi terbaru dalam industri kelapa sawit, seperti teknologi ramah lingkungan dalam produksi minyak sawit, produk-produk turunan sawit, serta upaya industri untuk memenuhi standar keberlanjutan global. Paviliun ini berhasil menarik perhatian pelaku bisnis internasional dan pengunjung, yang tertarik dengan inovasi yang dihadirkan.

Indonesia melalui BPDPKS, terus berupaya memperkenalkan produk sawit bersih dan berkelanjutan kepada dunia, sembari memperluas pasar ekspor. Dengan mengusung kampanye “Sawit Baik”, pemerintah berharap dapat menjawab tantangan global terkait keberlanjutan lingkungan dan membuka peluang lebih luas bagi produk kelapa sawit Indonesia di pasar internasional, terutama Cina.(azr)

Editor : Rindra Yasin
#gapki #BPDPKS #pekanbaru #industri kelapa sawit #Cina ASEAN Expo