PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Hingga Oktober 2024, realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di Riau mencapai Rp8,56 triliun. Jumlah tersebut tersalurkan kepada total 103.926 debitur di penjuru Riau.
Menurut Kepala Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Riau Heni Kartikawati, angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 24,51 persen di banding tahun sebelumnya atau year on year (yoy).
“Rata-rata penyaluran turun 0,15 persen (yoy) menjadi Rp82,34 juta. Realisasi pada Oktober sebesar Rp823,64 miliar kepada 10.974 debitur, turun 1,79 persen dibandingkan September,” ujarnya.
Adapun penyaluran KUR dominan dilakukan BRI sebesar Rp5,23 triliun dan Bank Mandiri Rp1,64 triliun. Namun, untuk rata-rata penyaluran tertinggi berada di BJB atau BPD Jabar dengan jumlah Rp289,89 per debitur.
“Kabupaten Kampar merupakan daerah dengan penyaluran tertinggi dengan jumlah Rp1,25 triliun. Tetapi daerah dengan rata-rata pinjaman tertinggi berada di Kabupaten Rokan Hulu Rp102,49 juta,” lanjutnya.
Sementara itu, untuk realisasi penyaluran kredit ultra mikro (UMi) sampai dengan Oktober 2024 tersalurkan Rp177,94 miliar kepada 31.681 debitur. Penyaluran ini turun 26,17 persen (yoy) dari nilai dan turun 33,20 persen (yoy) dari jumlah debitur.
Meski begitu, rata-rata penyaluran naik 10,52 persen (yoy) menjadi Rp5,62 juta/debitur. Pada Oktober 2024 sendiri, tidak terdapat data penyaluran pada basis data UMi. Penyaluran UMi paling banyak terdapat di Kota Pekanbaru sebesar Rp27,67 miliar, sedangkan rata-rata penyaluran tertinggi berada di Kabupaten Rokan Hilir Rp6,07 juta per debitur.
Sampai dengan Oktober 2024, mayoritas debitur UMi meminjam pada rentang Rp2,5 juta sampai dengan Rp5 juta penyaluran UMi di Riau, dominan dilakukan PNM Rp173,80 miliar kepada 31,306 debitur atau sekitar 98,82 persen dari total penyaluran.(eca)
Editor : Rindra Yasin