PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - HR (Human Resource) Day 2024 PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) digelar di Duri, Selasa (10/12). Keluarga Melayu Riau-Pertamina Hulu Rokan (Kemari-PHR) ikut memeriahkan acara ini dengan menyajikan nuansa budaya lokal Melayu Riau.
Hal ini menunjukkan eksistensi Kemari-PHR sebagai wadah organisasi yang memberikan warna kultural dalam mendukung program dan kebijakan PT PHR. Sebelumnya, Kemari-PHR juga ikut HR Day 2024 yang digelar di Rumbai pada 5 Desember lalu.
Dalam HR Day 2024 tahun ini, Kemari-PHR dipimpin Sekretaris Jenderal Datuk Rachmad Haidir bersama sejumlah pengurus antara lain seperti Rexon, Rita, Rahma, dan Desi. Hadir Dewan Pembina Kemari-PHR Datuk Sapaat dan Dewan Pakar H Robi Junipa yang menyajikan sesi sharing Kebudayaan Melayu Riau.
Dalam sesi sharing kebudayaan Melayu Riau, diperkenalkan tentang nilai-nilai dan filosofi Gurindam Dua Belas yang merupakan salah satu karya sastra terkemuka Melayu, sarat akan petuah dan tunjuk ajar dalam kehidupan sosial masyarakat.
Selain itu, pengurus Kemari-PHR yang hadir kompak mengenakan busana baju dan tanjak Melayu Riau yang dipimpin oleh Sekjen Kemari-PHR Datuk Rachmad Haidir, Rexon selaku Koordinator Kemari PHR South dan Rita. Penampilan memukau juga dipertontonkan dengan sajian atraksi pencak silat Melayu Riau yang dipimpin Sekjen Kemari-PHR Datuk Rachmad Haidir.
Datuk Rachmad Haidir menjelaskan, lewat HR Day 2024, Kemari-PHR ingin terus menyosialisasikan nilai-nilai dan kekayaan budaya Melayu di lingkungan perusahaan. Menurutnya, kebudayaan merupakan sarana perekat hubungan sosial yang efektif di lingkungan PT PHR, dengan senantiasa saling menghormati kebudayaan-kebudayaan nusantara lain yang berkembang.
“Lingkungan PT PHR ini mencerminkan multikulturalisme atau bisa disebut sebagai miniatur Indonesia Raya. Instrumen dan semangat kebudayaan lokal ini makin mempererat hubungan sosial sebagai perwira dan pertiwi di PHR. Kemari-PHR ingin memeriahkan HR Day dengan semangat kebudayaan yang universal dalam pendekatan budaya Melayu Riau,” kata Datuk Rachmad Haidir.(das)
Editor : Rindra Yasin