Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pelaku Usaha Diminta Berbenah, Rakerda I PHRI Riau 2025 Angkat Potensi Wisata Halal

Agustiar • Jumat, 7 Februari 2025 | 09:33 WIB
Pj Wali Kota Pekanbaru Roni Rakhmat memukul gong disaksikan Ketua BPD PHRI Riau Ir Nofrizal MM (empat kanan) bersama pengurus dan mitra tanda dibukanya Rakerda I  PHRI Riau 2025
Pj Wali Kota Pekanbaru Roni Rakhmat memukul gong disaksikan Ketua BPD PHRI Riau Ir Nofrizal MM (empat kanan) bersama pengurus dan mitra tanda dibukanya Rakerda I PHRI Riau 2025

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Perhimpunan Hotel dan Res­toran Indonesia (PHRI) Pro­vinsi Riau menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I tahun 2025. Rakerda ini mengangkat tema “Potensi Riau Sebagai Tujuan Wisata Halal”.

Acara ini dibuka oleh Penjabat (Pj) Gubernur Riau yang diwakili oleh Pj Wali Kota Pekanbaru, Roni Rakhmat, di Hotel Angkasa Garden Pekanbaru, Kamis (6/2) pagi.

Rakerda ini dihadiri oleh seluruh pengurus BPD PHRI Riau dan BPC PHRI yang terdiri dari General Manager (GM) hotel se-Riau, mitra rekanan, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau.

Ketua BPD PHRI Riau, Ir Nofrizal MM, dalam sambutannya menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi industri pariwisata, khususnya hotel dan restoran. Menurutnya, sektor ini merupakan industri padat modal dengan tingkat pengembalian modalnya yang lambat, sementara operasionalnya yang dihadapi banyak persoalan dan hambatan.

“Salah satu tantangan terbesar adalah ketidakseimbangan antara pendapatan dan kenaikan upah yang terus meningkat setiap tahun sesuai kebijakan pemerintah. Hal ini harus disiasati dengan baik agar tetap bisa berjalan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Dikatakannya, soal Rakerda ini, membahas berbagai isu penting lainnya, seperti perizinan, kewajiban pajak dan retribusi, serta operasional perhotelan dan restoran. Untuk itu, PHRI meminta dukungan dan arahan dari pemerintah agar industri ini tetap berkembang di tengah tantangan yang ada.

Dalam kesempatan ini, Pj Wali Kota Pekanbaru Roni Rakhmat menekankan pentingnya pelaku usaha untuk berbenah dalam meningkatkan fasilitas hotel. Hal ini bertujuan agar Pekanbaru dan Riau secara umum dapat menjadi destinasi utama untuk wisata Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE).

Menurutnya, pengembangan wisata halal di Riau bukan hanya soal menambah label hotel syariah, melainkan lebih kepada penyediaan fasilitas yang mendukung kenyamanan wisatawan Muslim, seperti tempat ibadah yang kondusif dan layanan yang sesuai dengan konsep wisata halal.

“Dunia pariwisata harus mampu mengikuti perkembangan zaman, dengan menerapkan peraturan daerah serta berkolaborasi dengan pemerintah dalam berbagai event yang diselenggarakan. Dengan demikian, Riau bisa semakin menarik bagi wisatawan dan meningkatkan tingkat hunian hotel,” tegasnya.(gus)

Editor : Rindra Yasin
#wisata halal #phri riau #pekanbaru