Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

BRI Pertahankan Kinerja Positif di Tengah Tantangan Ekonomi, Fokus pada Pengelolaan Risiko Jangka Panjang

Redaksi • Jumat, 28 Februari 2025 | 10:48 WIB

BRI Pertahankan Kinerja Positif di Tengah Tantangan Ekonomi, Fokus pada Pengelolaan Risiko Jangka Panjang
BRI Pertahankan Kinerja Positif di Tengah Tantangan Ekonomi, Fokus pada Pengelolaan Risiko Jangka Panjang

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) terus memperlihatkan kinerja yang solid meski menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Dengan pendekatan yang hati-hati dan pengelolaan risiko yang baik, BRI tidak terburu-buru mengejar keuntungan besar, melainkan memilih untuk fokus pada pengelolaan risiko yang berkelanjutan, termasuk dengan memastikan cadangan yang memadai.

Meskipun pasar masih dipenuhi dinamika, BRI berhasil mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2024, menegaskan daya tahan perusahaan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi. Direktur Utama BRI, Sunarso, mengungkapkan bahwa kinerja positif ini adalah hasil dari penerapan tata kelola yang baik dan strategi manajemen risiko yang matang.

Sunarso menyatakan bahwa fundamental BRI saat ini berada dalam kondisi yang sangat baik. "Di tengah situasi yang penuh tantangan, kami tetap mencatatkan laba sebesar Rp60,64 triliun. Laba ini tidak perlu kami tahan sebagai modal, karena modal kami sudah sangat kuat," ujarnya dalam acara Kompas 100 Outlook: Investasi Berkelanjutan di dalam Ekosistem Bisnis Global, Senin (17/2/2025).

Baca Juga: Rahasia Sukses Abon Cap Koki, Menembus Pasar Global Setelah BRI UMKM EXPO(RT)

Salah satu indikator utama dari fundamental yang baik ini terlihat dari pertumbuhan Pre-Provision Operating Profit (PPOP) BRI yang mencapai 9,6 persen YoY pada akhir Desember 2024. Angka tersebut menunjukkan bahwa BRI tetap tumbuh secara organik meski dalam kondisi ekonomi yang tidak mudah. "PPOP adalah indikator pertumbuhan yang sesungguhnya," tambah Sunarso.

BRI tetap menjaga kestabilan laba sebagai langkah kehati-hatian untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi yang terus berlanjut. Perusahaan tidak terburu-buru mengejar keuntungan besar, namun lebih memilih untuk mengutamakan pengelolaan risiko jangka panjang yang berkelanjutan.

Keberhasilan strategi kehati-hatian ini terlihat jelas dalam rasio cakupan NPL yang mencapai 215,05% pada Desember 2024. Dengan cadangan yang sebesar itu, BRI siap menghadapi kemungkinan peningkatan pinjaman bermasalah. Sunarso menjelaskan, "Kami telah menyiapkan cadangan yang cukup untuk menghadapi segala potensi kerugian, termasuk dengan opsi penghapusbukuan (write-off) kredit bermasalah."

Baca Juga: BRI Group Semakin Optimis Perkuat Ekonomi Nasional Setelah Presiden Prabowo Resmikan Layanan Bank Emas Pegadaian

"BRI memandang bahwa ketidakpastian ekonomi masih akan berlangsung, sehingga cadangan yang kami siapkan memberikan rasa aman dan memastikan bahwa kami siap menghadapi segala kemungkinan," tegasnya.

Di sisi lain, manajemen risiko yang solid juga diimbangi dengan komitmen BRI untuk memberikan keuntungan optimal bagi pemegang saham. Pada pembagian dividen interim tahun 2024, BRI mengalokasikan total dividen sebesar Rp20,34 triliun, dengan Rp10,88 triliun di antaranya disetorkan kepada negara sebagai pemegang saham mayoritas. Kontribusi ini juga mendukung pembangunan ekonomi nasional melalui peningkatan penerimaan negara untuk program-program strategis.

Dengan strategi yang terencana dan pengelolaan risiko yang matang, BRI tetap berfokus pada kinerja yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif yang luas bagi semua pemangku kepentingan.

Editor : Rindra Yasin
#bri #bbri #Manajemen Risiko #Fundamental Kuat