Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Resmi Meluncur! Bank Emas Pegadaian Jadi Sumber Pertumbuhan Baru, Ungkap Direktur Utama BRI

Redaksi • Sabtu, 1 Maret 2025 | 10:47 WIB

Peresmian layanan Bank Emas oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah strategis yang akan memberikan dampak positif terhadap likuiditas pembangunan di Indonesia.
Peresmian layanan Bank Emas oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah strategis yang akan memberikan dampak positif terhadap likuiditas pembangunan di Indonesia.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Direktur Utama BRI, Sunarso, menilai bahwa peresmian layanan Bank Emas oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (26/02) merupakan langkah strategis yang akan memberikan dampak positif terhadap likuiditas pembangunan di Indonesia. Menurutnya, inisiatif ini tidak hanya menguntungkan korporasi tetapi juga masyarakat luas.

"Ya, bagus dong. Itu kan sumber pertumbuhan baru. Bagi BRI, kenapa kami sangat concern terhadap pembentukan bullion services ini? Karena kami sudah membentuk holding ultramikro dan mendukung ekonomi kerakyatan," ujar Sunarso.

Sunarso menjelaskan bahwa pelaku emas di Indonesia tidak hanya berasal dari korporasi besar, tetapi juga masyarakat kecil yang perlu difasilitasi agar dapat mengelola emas mereka dalam sistem keuangan formal. Dengan adanya bullion bank, masyarakat kini memiliki berbagai pilihan layanan terkait emas.

“Masyarakat bisa menabung emas dengan menyetor Rupiah dan mendapatkan saldo dalam gram. Bisa juga menyetor emas dalam gram dan saldonya tetap dalam gram,” katanya.

Lebih lanjut, bullion bank juga memungkinkan masyarakat memperoleh pembiayaan berbasis emas. “Kalau punya emas, bisa dititipkan. Kalau butuh emas, bisa kredit emas, dan nanti pengembaliannya juga dalam bentuk emas,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI, Erick Thohir, mengungkapkan bahwa pemerintah ingin mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan Bank Emas. Menurutnya, saat ini terdapat sekitar 1.800 ton emas milik masyarakat yang belum masuk dalam sistem keuangan formal.

“Ada yang disimpan di bawah bantal, di toilet, di balik batu bata, bahkan di dalam situs. Ini realitas,” kata Erick Thohir.

Sunarso menambahkan bahwa keberadaan Bank Emas akan memberikan dampak positif dalam memonetisasi potensi emas yang selama ini tersimpan secara pribadi. Dengan masuknya emas ke dalam sistem keuangan formal, likuiditas perekonomian nasional dapat meningkat.

“Jika kita monetisasi emas ini, maka akan menjadi sumber likuiditas pembangunan. Dan bagi BRI, ini adalah sumber pertumbuhan baru,” jelasnya.

Selain layanan utama seperti tabungan, deposito, dan kredit emas, Sunarso juga melihat peluang pengembangan produk turunan atau derivatif berbasis emas.

“Jika emas ini disekuritisasi, maka akan menjadi lebih likuid. Ini penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

BRI turut berperan dalam memfasilitasi transaksi dalam ekosistem bullion bank, baik secara langsung maupun melalui anak usahanya, Pegadaian.

“Lewat BRI langsung? Ada yang bisa dilakukan langsung melalui BRI, karena kami memfasilitasi transaksi melalui BRImo. Namun, banyak transaksi juga dilakukan melalui Pegadaian. Pegadaian memiliki potensi pertumbuhan besar, yang nantinya juga akan mendukung pertumbuhan BRI,” tutup Sunarso.

Dengan hadirnya layanan bullion bank, Sunarso optimistis sektor keuangan nasional dapat semakin berkembang, sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan berbasis emas.

Editor : Rindra Yasin
#bri #bbri #bullion #bank emas #pegadaian