PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Idulfitri boleh jadi masih lama, namun kebahagiaan mereka yang memerlukan, jangan ditunda. Agaknya ini yang menjadi pemahaman bagi Klinik Cita Sehat.
Jauh-jauh hari, Kamis (13/3) pagi, pimpinan klinik tersebut Emi Susanti mendatangi Mbah Sepi, lansia asal Pacitan Jawa Timur berusia 65 tahun yang telah tinggal dan menetap di Riau lebih dari 20 tahun.
Namun nasib perantauan ini tidak begitu mujur. Saat didatangi kediamannya di Jalan Teropong, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru, tempat tinggalnya itu tidak lebih dari sebuah gubuk.
‘’Mbah Sepi berpindah dari satu gubuk ke gubuk lain, sebab menumpang di tanah orang baik. Dia tinggal berdua dengan suaminya yang sedang sakit,’’ kata Emi.
Sudah lansia, hanya berdua, keduanya di usia senjanya hanya berdua saling menjaga. Sebab satu-satunya putri mereka telah meninggal dunia. Ia makin renta, ditambah pula sang suami, Sarimin, sedang sakit tidak berdaya.
Dalam keterbatasan langkah dan ingatannya, Sepi berupaya menanam sayuran dan palawija di tanah yang ditumpangi untuk menyambung hidup.
Sepi begitu terharu ketika mendapat uluran tangan dari Klinik Cinta Sehat. Ia terus melempar senyum sambil mendoakan agar yang memberikan uluran tangan sehat selalu dan dimurahkan rezekinya.
‘’Terima kasih banyak telah memberikan infak sedekahnya. Semoga dilimpahkan rezeki yang berlipat ganda oleh Allah,’’ ucap Sepi.
Emi Susanti menyebutkan, bantuan paket lebaran yang diberikan kepada sepasang lansia tersebut, selain berasal dari klinik, juga berasal dari para donatur.
Ia berharap lebih banyak lagi donatur yang tergerak membantu Sepi dan suaminya.(end)
Editor : Arif Oktafian