Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Harga Diprediksi Melonjak Dua Kali Lipat, Robert Kiyosaki Ajak Masyarakat Simpan Perak

Redaksi • Jumat, 4 April 2025 | 07:39 WIB
Ilustrasi Bitcoin, Perak, dan Emas.
Ilustrasi Bitcoin, Perak, dan Emas.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Permintaan industri terhadap perak saat ini terus meningkat. Namun demikian pasokan barang tambang ini semakin langka.

Makanya penulis buku finansial legendaris Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, membuat pernyataan tegas, perak akan melampaui emas dan Bitcoin sebagai investasi paling menjanjikan saat ini.

Dalam unggahan di platform X, Selasa (2/4), Kiyosaki menyatakan bahwa perak adalah aset yang lebih bernilai dibandingkan emas maupun Bitcoin. "Perak digunakan di panel surya, kendaraan listrik, komputer, sistem persenjataan, aplikasi medis, hingga teknologi pemurnian air. Permintaan globalnya sangat tinggi, tetapi pasokannya justru menurun," ujar Kiyosaki.

Ia menegaskan bahwa sebelum krisis ekonomi benar-benar menghantam, inilah saat terbaik untuk menghindari 'uang palsu' dan menabung aset nyata. Dia menyebut uang kertas dolar adalah uang palsu.

Penulis yang telah lama mengkritik sistem uang fiat ini konsisten mengajak masyarakat untuk melindungi kekayaan mereka dengan aset nyata seperti emas, perak dan Bitcoin.

Saat ini, harga emas telah mencetak rekor tertinggi baru di USD 3.115 atau sekitar Rp51 juta per ons, sementara harga perak masih berada di kisaran USD 34 atau Rp557.600, yang berarti masih sekitar 60 persen di bawah puncaknya.

Kiyosaki menyebut ini adalah hasil manipulasi harga selama puluhan tahun agar tetap terjangkau bagi industri. Namun ia meyakini era itu telah berakhir. "Saya percaya manipulasi harga perak sudah selesai. Saya yakin harganya akan melesat hingga dua kali lipat menjadi USD 70 (sekitar Rp1,1 juta) pada 2025," katanya dengan penuh keyakinan.

Menurutnya, lonjakan harga emas, perak, dan Bitcoin bukanlah pertanda ketiga aset itu naik, melainkan cerminan melemahnya nilai dolar Amerika Serikat.

"Saya lebih memilih menyimpan perak daripada uang kertas palsu," tegasnya. Kiyosaki pun kembali mengingatkan prinsip lamanya: "Savers are losers."

Kiyosaki juga menyoroti soal aksesibilitas perak yang lebih tinggi dibandingkan emas dan Bitcoin. "Anda tidak perlu jadi orang kaya untuk mulai berinvestasi di perak. Hampir semua orang di dunia bisa membeli setidaknya satu koin perak," ujarnya.

Ia bahkan mengaku terus membeli lebih banyak perak dari distributor ternama seperti Andy Schectman dan Jim Clark dari Republic Monetary Exchange, meski koleksi pribadinya sudah besar.

Sumber: Jawapos.com

 

Editor : Rinaldi
#harga melonjak #perak #Robert Kiyosaki