Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kebut Pembahasan, Mendag Target Perjanjian IEU-CEPA Rampung Juni

jpg • Kamis, 10 April 2025 | 10:20 WIB
BUDI SANTOSO
BUDI SANTOSO

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kementerian Perdagangan memastikan akan mempercepat penyelesaian perjanjian dagang Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Ini menjadi bagian langkah strategis menghadapi dampak tarif tinggi yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) terhadap produk ekspor Indonesia. Perjanjian kerjasama itu mampu memperluas pasar baru di tengah ketidakpastian perdagangan global.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan langkah percepatan IEU-CEPA merupakan upaya untuk membuka pasar baru di tengah ketidakpastian hubungan dagang dengan AS. ”Disepakati juga agar segera diselesaikan (IEU-CEPA). Jadi kita juga harus punya pasar baru,” ujar Budi.

Dia menargetkan, perjanjian itu bisa rampung pada Juni mendatang. Sambil jalan, lobi dengan pemerintah AS akan dilakukan oleh tim ekonomi yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Airlangga.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menyadari perlu adanya upaya mengurangi defisit perdagangan AS dan Indonesia. ”Yang sekarang harus diperhatikan adalah mengurangi defisit. Kalau kita mau ya negosiasi sama Amerika,” ujar Shinta.

Seperti diketahui, neraca perdagangan AS terhadap Indonesia masih defisit sekitar 18 miliar dolar AS. Besarnya angka itu yang disebut jadi salah satu alasan Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif resiprokal untuk barang asal Indonesia.

Shinta mengatakan, agar angka defisit bagi AS itu berkurang, maka Indonesia harus menambah impornya. Kendati demikian, dia tak ingin barang-barang yang diimpor itu berdampak buruk terhadap industri lokal Tanah Air. ”Karena kita tidak mau hal ini mengganggu industri dalam negeri,” tegasnya.

Dia mengatakan telah mengusulkan adanya perjanjian dagang terbatas di beberapa aspek. ”Jadi kami mengusulkan adanya limited trade deal. Seperti kapas dan tekstil ekspornya lumayan besar. Tapi kita juga bisa impor kapas, di mana bisa menaikkan produksi tekstil,” terangnya.(agf/gal/jpg)

Editor : Arif Oktafian
#kementerian perdagangan #Tarif impor AS #perjanjian dagang #perdagangan global #IEU-CEPA