TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Sambu Group yang merupakan perusahaan penanaman modal dalam negeri (PMDN) menjadi yang terbaik dalam Riau Downstream Proposal Project Investment Challenge 2025, Sabtu (14/6/2025).
Tidak tanggung-tanggung, dari peserta lebih 40 perusahaan di Provinsi Riau ini Sambu Group menerima 2 penghargaan sekaligus sebagai terbaik untuk dua kategori.
Yang pertama, meraih terbaik I kategori Industri Hilirisasi PMDN dan selanjutnya sebagai terbaik kategori khusus yaitu Diversifikasi Produk.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Riau di salah satu hotel di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dimana penyerahakan penghargaan langsung diberikan Kepala DPM PTSP Riau, Helmi D.
Penilaian dilaksanakan dalam beberapa tahap sejak Desember 2024. Tahap I setiap perusahaan diminta untuk mengirimkan proposal materi presentasi tentang projek investasi serta program hilirisasi yang selama ini sudah, sedang dan akan dilaksanakan.
Setelah evaluasi dan dikaji oleh team penilai, maka dinyatakan 8 perusahaan yang lolos seleksi tahap I. Selanjutnya dilakukan penilaian lapangan ke setiap perusahaan yang telah lolos seleksi tahap I.
Dari hasil penilaian lapangan akhirnya didapatkan perusahaan yang lolos seleksi tahap II. Dan dari sini dilakukan finalisasi oleh tim penilai para pemenang yang berhak mendapatkan predikat terbaik.
Team penilai berasal dari berbagai unsur pejabat pemerintah daerah dan civitas akademika, mulai dari DPM PTSP Riau, Bank Indonesia Perwakilan Riau, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau, Disperindag Kop Riau, BAPPEDA Riau, Dinas Perkebunan Riau, Brida Riau, serta Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Propinsi Riau.
Kriteria penilaian pemenang didasarkan atas berbagai hal, mulai kaidah penulisan materi, proses produksi ramah lingkungan, varian produk yang dimiliki, teknologi yang digunakan, bagaimana mengembangkan kemitraan dengan UMKM, penyerapan tenaga kerja, dan juga manfaat bagi daerah serta lingkungan.
Dalam sambutannya, Helmi D, menyampaikan selamat kepada para pemenang, sekaligus menginformasikan komitmen yang kuat dari Pemerintah Propinsi Riau untuk mendukung program hilirisasi.
"Selamat kepada para pemenang! Semoga bisa menjadi inspirasi bagi perusahaan lainnya untuk melakukan investasi dan menjalankan program hilirisasi yang berkelanjutan," ujarnya.
Riau membuka diri terhadap setiap investasi. Saat ini telah berkembang dengan baik hilirisasi produk hasil perkebunan, baik sawit, kelapa, sagu juga yang lainnya.
"Ini semua akan menunjang bagi pertumbuhan ekonomi wilayah, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, serta kesejahteraan masyarakat. Karena dengan hilirisasi akan ada nilai tambah yang luar biasa dari hasil perkebunan," tambah H Helmi.
Corporate Communication Manager, Sambu Group, Dwianto Arif mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada Sambu Group. Program hilirisasi kelapa yang telah dijalankan oleh Sambu Group sejak lama, mendapat perhatian dan apresiasi dari Pemerintah serta pemangku kepentingan.
"Kami bersyukur dengan banyaknya kriteria penilaian dalam ajang ini, dan peserta dari bermacam perusahaan unggul di Riau, kami terpilih menjadi yang terbaik,"ujar Dwianto Arif.
Sambu Group dinilai telah menjalankan program hilirisasi kelapa dengan baik. Investasi yang dilakukan telah berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah, penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi lokal, juga ramah bagi lingkungan.
Selain itu Sambu Griup dinilai memiliki road map yang jelas untuk investasi ke depan. Kehadiran Sambu Group merupakan sebuah komitmen nyata atas investasi ekosistem kelapa yang berkelanjutan.
Pencapaian Sambu Group ini tentunya tak lepas dari komitmen seluruh manajemen, karyawan dan tenaga kerja dalam mengimplementasikan hilirisasi produk turunan kelapa.
"Penghargaan ini juga kami dedikasikan kepada petani kelapa yang telah menghasilkan kelapa terbaik untuk produk kami. Hubungan kesalingtergantungan antara Perusahaan serta petani kelapa, telah menjadi sinergi yang kuat untuk ekosistem kelapa yang berkelanjutan,” tutup Dwianto Arif. (*2)
Editor : M. Erizal