PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sebanyak 450 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Pekanbaru berkumpul di aula Poltekkes Kemenkes Provinsi Riau pada Ahad (15/6/2025). Mereka ditunjukkan cara agar naik kelas.
Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief sebagai inisiator kegiatan mengatakan, UMKM merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi. Maka para pelakunya perlu terus dibina untuk pemantapan kualitas produk dan akses pasar yang lebih luas.
Maka pada kegiatan setengah hari itu ia mendatangkan Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan pebisnis yang dianggap telah sukses memasarkan produk ke luar negeri.
Namun Hendry tidak mau muluk-muluk, pada kegiatan yang juga diisi sosialisasi standardisasi dan Ppnilaian kesesuaian bagi para pelaku UMKM itu. Ia berharap mereka memahami alur meningkatkan kualitas produk dan tahu jalan memasarkannya.
''Kita lakukan pembinaan secara bertahap, hari ini sosialisasi sekaligus pendataan. Paling tidak target awal kita mereka daftar NIB (Nomor Induk Berusaha, red) dulu. Mereka ditunjukkan dan dibimbing caranya di sini. Selanjutnya, kita akan lakukan penjaringan, dari 450 akan kita pilih 100 untuk pembinaan secara menyeluruh,'' kata Hendry usai acara.
Untuk pembinaan hingga benar-benar naik kelas, Komisi VI DPR RI di Riau menurut Hendry bekerjasama dengan Forum Bisnis Riau. Mereka akan diberikan mentoring dan coaching serta pembekalan khusus.
Sementara itu. pada kegiatan sosialisasi, Ketua BSN Riau Andiko Perdana mendorong pelaku UMKM memanfaatkan BSN untuk meningkatkan daya saing dan memperbaiki standar produk.
''Mindset harus diperbaiki, diharapkan kita jangan omzet saja, omzet itu hanyalah hilirnya saja. Tapi mindsetnya apakah produk sudah berkualitas, bagaimana standar produk yang baik, bagaimana mendapat standar SNI,'' ucapnya.
SNI, menurut Andiko, memberikan kualitas, perlindungan dan membuka peluang akses pasar lebih luas. BSN menurutnya siap mendampingi agar produk UMKM Kota Pekanbaru dapat memenuhi standar SNI.
Pembicara lainnya, Founder and Chairwoman Indonesia Diaspora SME Export Empowerment Development Ira Damayanti mengatakan, Riau memiliki potensi besar komoditas ekspor.
Banyak produk dijual di Malaysia justru bahan bakunya dari Riau. Padahal pelaku UMKM bisa produksi sendiri dan ekspor ke Malaysia.
Namun sebelum itu, pelaku usaha menurut Ira Damayanti, harus memperbaiki kualitas produk yang akan dijual. Apalagi standar kualitas dan produk sebuah negara berbeda-beda.
''Beda negara tujuan maka beda standatnya, tapi yang terpenting adalah know your product, know your market, kenali produk kita dan tahu kemana produk ingin dijual. Maka penting mengenal standar mutu global,'' ungkapnya.
Produk yang sudah terstandardisasi, tambah Ira Damayanti, berarti memberikan jaminan kualitas. Selain itu dengan telah terstandar maka berarti pula produk diakui keamanannya.
Laporan Hendrawan Kariman (Pekanbaru)
Editor : M. Erizal