Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

BRI Optimalkan Pendanaan Berkelanjutan lewat Digitalisasi dan Dana Murah

Redaksi • Jumat, 11 Juli 2025 | 11:21 WIB
Petugas BRI menyerahkan buku tabungan kepada nasabah baru dengan pelayanan ramah dan profesional di kantor cabang.
Petugas BRI menyerahkan buku tabungan kepada nasabah baru dengan pelayanan ramah dan profesional di kantor cabang.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tetap mampu mencatatkan kinerja yang solid. Salah satu langkah strategis yang dijalankan BRI adalah fokus pada optimalisasi dana murah (Current Account Saving Account/CASA), yang bertujuan untuk menjaga efisiensi biaya dana (Cost of Fund) sekaligus memperkuat ketahanan bisnis dalam jangka panjang.

Per akhir Kuartal I 2025, total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun BRI mencapai Rp1.421,60 triliun. Dari jumlah tersebut, dana murah menjadi komponen terbesar dengan porsi mencapai 65,77% atau senilai Rp934,95 triliun. Peningkatan proporsi CASA dibandingkan periode yang sama tahun lalu menegaskan konsistensi BRI dalam memperkuat fondasi pendanaan yang berkelanjutan.

Upaya tersebut menunjukkan hasil positif, tercermin dari penurunan biaya dana (cost of fund) BRI dari 3,6% pada Triwulan I 2024 menjadi 3,5% pada Triwulan I 2025. Penurunan ini mencerminkan efisiensi pendanaan yang semakin baik dan memperkuat daya saing BRI di tengah persaingan sektor perbankan nasional.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan bahwa pencapaian CASA BRI tersebut salah satunya didukung pertumbuhan transaksi digital Super App BRImo yang semakin memperkuat posisi BRI dalam layanan digital banking di Indonesia.

“Hingga akhir Maret 2025, tercatat pengguna super app BRImo telah mencapai 40,28 juta user, atau meningkat 20,26% yoy. Sementara dari sisi jumlah dan nilai transaksi, pada Triwulan I 2025 BRImo melayani 1,2 miliar transaksi finansial, naik 25,5% YoY dengan volume sebesar Rp1.599 triliun atau meningkat 27,79% YoY”, ungkapnya.

Hery Gunardi juga menambahkan bahwa dalam menghadapi era digitalisasi, BRI juga aktif membangun infrastruktur pembayaran yang modern dengan memperluas jangkauan layanan transaksi non-tunai di seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut dibuktikan dari keberhasilan BRI membangun ekosistem pembayaran digital dengan dukungan lebih dari 4,3 juta merchant QRIS dan 344 ribu merchant EDC yang tersebar dari pusat kota hingga pelosok desa.

Baca Juga: BRI Genjot Transformasi BRIVolution Reignite, DPR RI Beri Dukungan Penuh

Tak hanya itu, pertumbuhan dana murah tersebut tidak terlepas dari optimalisasi layanan digital BRI, khususnya melalui perluasan jaringan AgenBRILink. Tercatat, hingga akhir Triwulan I 2025 BRI telah memiliki AgenBRILink yang jumlahnya telah mencapai 1,2 juta agen, menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dengan pertumbuhan sebesar 49,48% yoy. Agen-agen tersebut tersebar di lebih dari 67 ribu desa atau menjangkau lebih dari 88% dari total desa di Indonesia, serta mencatat volume transaksi sebesar Rp423 triliun di sepanjang Triwulan I 2025.

“Dengan terus membaiknya struktur funding, BRI optimistis dapat mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang berkelanjutan di tengah tantangan berbagai perubahan pasar,” pungkas Hery.

Editor : Rindra Yasin
#bri #bbri #CASA #likuiditas #Pendanaan