Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Di Tengah Ekonomi Lesu, Komsumen Mikir Ulang Beli Mobil Mewah, Mobil Murah pun Jadi Primadona

Redaksi • Sabtu, 12 Juli 2025 | 20:47 WIB
Mobil nggak seberapa mewah, fungsional dan harga murah, semakin dicari masyarakat.
Mobil nggak seberapa mewah, fungsional dan harga murah, semakin dicari masyarakat.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Terjadi pergeseran tren beli mobil di Indonesia karena tekanan ekonomi yang makin terasa. Konsumen kini makin realistis untuk membeli mobil mewah saat ekonomi lesu. Yang jadi primadona adalah mobil murah atau dengan harga di bawah Rp200 juta.

Perubahan selera ini membuat Daihatsu jadi salah satu pabrikan yang kecipratan berkah. Hal ini diungkap langsung oleh Tri Mulyono, Marketing & Customer Relations Division Head Daihatsu Sales Operation, saat acara Daihatsu Kumpul Sahabat di Palembang pekan lalu.

Ia mengungkapkan bahwa penjualan mobil Daihatsu selama Januari-Mei 2025 mencapai 56.715 unit. Tapi yang jadi tulang punggung? Bukan model mahal, tapi mobil-mobil terjangkau macam Sigra dan Gran Max.

 Baca Juga: Inilah Profil Misri Tersangka Tewasnya Brigadir MN, Ternyata Pernah Diundang Presiden Jokowi ke Istana

"Untuk Sigra berkontribusi sebesar 18.287 (32 persen). Sementara Gran Max Pick Up sebesar 13.228 unit (23,3 persen)," jelas Tri.

Jika Gran Max Pick-Up digabung dengan versi Blind Van-nya, total penjualan naik jadi 18.483 unit, yang artinya sekitar 32,5 persen dari total penjualan Daihatsu selama periode tersebut.

Kedua model ini punya satu benang merah: harga bersahabat di kantong. Sigra, misalnya, dibanderol mulai Rp141,7 juta hingga Rp187,1 juta. Sementara Gran Max PU ditawarkan dari Rp163,55 juta hingga Rp176,65 juta.

Versi Blind Van-nya juga masih di kisaran harga yang mirip. Menurut Tri, kondisi ekonomi yang lesu bikin konsumen makin selektif.

“Seiring perubahan generasi keluarga muda, sebagian konsumen mulai mencari kendaraan dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa bukan performa tinggi atau fitur canggih yang sekarang jadi daya tarik utama, tapi harga yang masuk akal. Mobil bukan lagi sekadar simbol status, tapi soal fungsi dan efisiensi di tengah tekanan ekonomi. Dengan kata lain, era ‘beli mobil karena gengsi’ mulai surut, digantikan oleh tren baru: beli mobil karena realistis.***

 

 

Editor : Edwar Yaman
#daihatsu #mobil murah #mobil mewah #ekonomi lesu