Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Tim LKG BRI Bertolak ke Swedia, Siap Harumkan Nama Indonesia di Gothia Cup 2025

Redaksi • Kamis, 17 Juli 2025 | 19:05 WIB
Tim LKG BRI Indonesia foto bersama jajaran pelatih dan perwakilan BRI serta Liga Kompas dalam acara pelepasan menuju Gothia Cup 2025 di Swedia, Rabu (9/7/2025) di BRI Brilian Stadium, Jakarta
Tim LKG BRI Indonesia foto bersama jajaran pelatih dan perwakilan BRI serta Liga Kompas dalam acara pelepasan menuju Gothia Cup 2025 di Swedia, Rabu (9/7/2025) di BRI Brilian Stadium, Jakarta

JAKARTA (RIAUPOS.CO)– PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) bersama Liga Kompas secara resmi melepas keberangkatan Tim LKG BRI Indonesia yang akan mewakili Indonesia di ajang bergengsi Gothia Cup 2025. Acara pelepasan berlangsung pada Rabu (9/7) di BRI Brilian Stadium, Jakarta.

Gothia Cup yang digelar di Gothenburg, Swedia pada 13–20 Juli 2025, dikenal sebagai “Piala Dunia” bagi pesepak bola usia muda. Ajang ini diikuti oleh ratusan tim dari lebih dari 70 negara dan telah menjadi panggung awal bagi banyak pemain top dunia.

Tim LKG BRI Indonesia berisi 18 pemain berbakat yang dipilih melalui proses seleksi ketat dari Liga Kompas musim 2024–2025 selama 15 pekan. Mereka akan didampingi oleh pelatih Tb Wahyudiansyah, asisten pelatih Edi, serta dua official dari Kompas.

Baca Juga: BRI Tunjukkan Aksi Nyata ESG, Salurkan Rp796 Triliun untuk Pembiayaan Berkelanjutan

Setelah lolos tahap seleksi, para pemain menjalani latihan ketat selama 2,5 bulan. Mereka mendapat pendampingan psikologi dari Ikatan Psikologi Olahraga, bantuan latihan fisik dan taktik dari Tim 11, dan pengarahan gizi secara regular kepada pemain dan orang tua pemain.

Tim LKG BRI Indonesia yang akan berlaga pada kategori Boys U-15 itu juga menjalani serangkaian latih tanding melawan 12 tim dari kategori U-16 atau lebih senior untuk menguji ketangguhan mereka. Mereka juga telah menjalani pemusatan latihan di Bromelia Resort, Puncak, untuk aklimatisasi dengan suhu di Swedia.

Sepanjang keikutsertaan pada Gothia Cup, tim yang dikirim Liga Kompas pernah menjadi pemenang ketiga pada 2018 dan menjadi runner-up pada 2013. Pada tahun ini, Liga Kompas menargetkan dapat menjadi juara pada Gothia Cup 2025.

Pada kesempatan tersebut Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menyampaikan bahwa dukungan BRI dalam pengiriman Tim LKG BRI Indonesia ke Gothia Cup merupakan bagian dari komitmen nyata perseroan dalam mencetak generasi emas sepak bola Indonesia sejak usia dini.

“BRI percaya bahwa dengan dukungan yang tepat, anak-anak ini tidak hanya mampu bersaing di level internasional, tetapi juga akan menjadi generasi penerus yang mengharumkan nama bangsa dan mengangkat prestasi sepak bola Indonesia di mata dunia,” ujar Hendy.

Pada kesempatan tersebut, Hendy juga memberikan apresiasinya kepada kepada seluruh tim LKG BRI, para pelatih, serta semua pihak yang telah mendukung keberhasilan program ini. Tak lupa, Hendy juga memberikan dukungan kepada tim LKG BRI Indonesia untuk bermain dengan semangat tinggi untuk memenangkan Gothia Cup dan mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia.

“Kami sudah melakukan pemantuan pemain sejak awal musim kompetisi dan melakukan penyaringan bertahap sampai terbentuknya tim yang ada saat ini. Mereka adalah para pemain terpilih yang sudah digembleng dengan berbagai macam latihan dan mendapat berbagai pendampingan yang diperlukan. Kami sangat berharap tim ini dapat menjadi juara di Gothia Cup,” kata Direktur Liga Kompas Emilius Caesar Alexey.

Menurut Caesar, Tim LKG BRI Indonesia telah menjalani persiapan dengan pendekatan yang jauh lebih modern. Mereka tidak hanya dilatih secara teknis dan fisik, tapi juga dibekali dengan teknologi digital untuk menganalisis setiap pertandingan. Dari situ, tim pelatih bisa memetakan kelemahan individu maupun tim, lalu melakukan perbaikan secara cepat dan terukur.

Selain itu, strategi rotasi pemain juga diterapkan secara konsisten. Hampir semua pemain disiapkan untuk bisa mengisi lebih dari satu posisi. Hal ini penting karena mereka akan menghadapi jadwal padat—bisa sampai dua atau tiga laga dalam sehari—selama seminggu penuh menuju final. Dengan skema rotasi yang matang, kekurangan pemain di satu posisi bisa diantisipasi tanpa mengorbankan kekompakan tim.

Pemimpin Redaksi Kompas, Haryo Damardono, menyampaikan apresiasinya atas kerja keras dan kesiapan Tim LKG BRI. Ia menilai ini adalah momen yang tepat bagi anak-anak muda berbakat ini untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di panggung dunia. “Setelah melewati kompetisi yang ketat dan masa pelatihan panjang, sekarang saatnya Tim LKG BRI mengharumkan nama Indonesia,” ujarnya.

Haryo juga mengingatkan bahwa Liga Kompas lahir dari semangat untuk memperbaiki ekosistem pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia. Digelar pertama kali pada 2010, liga ini menjadi ruang tumbuh bagi talenta muda, yang selama ini minim pembinaan terstruktur. Meski sempat vakum tiga musim akibat pandemi Covid-19, Liga Kompas kini telah menelurkan banyak pemain yang memperkuat timnas Indonesia di berbagai kelompok usia hingga senior. Bahkan, ratusan alumninya kini berkiprah sebagai pemain profesional di klub-klub Liga 1 dan Liga 2.

Editor : Rindra Yasin
#anak muda #bri #gothia cup #Sepak bola #LKG