BANGKINANG (RIAUPOS.CO) - Seiring meningkatkan transaksi digital atau pembayaran non tunai melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), Bank Indonesia (BI) Riau juga terus melakukan upgrade dan inovasi. Terbaru, BI melakukan inovasi melalui QRIS Tap yang semakin mempermudah masyarakat yang ingin melakukan transaksi cashless.
Plt Pengawas Yunior BI Riau Fahmi Irsyad mengatakan, QRIS Tap sendiri merupakan teknologi yang memanfaatkan fitur Near Field Communication (NFC) pada ponsel dan perangkat merchant.
“Sesuai namanya, cara penggunaannya lebih sederhana. Cukup di-tap atau mendekatkan ponsel ke alat atau stiker khusus QRIS Tap milik merchant, dan detail transaksi akan langsung muncul di aplikasi pengguna tanpa perlu memindai kamera,” ujarnya dalam kegiatan sosialisasi yang sekaligus Capacity Building BI Riau yang digelar di Kampar belum lama ini.
QRIS Tab saat ini dikatakannya dapat ditemui salah satunya di Trans Metro Pekanbaru. Di mana penumpang cukup mendekatkan handphone ke alat khusus untuk melakukan pembayaran tiket.
Selain memberikan edukasi terkait QRIS Tap, BI Riau juga menjelaskan dengan QRIS, masyarakat dapat menikmati transaksi yang Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal (Cemumuah). Terlebih, batas transaksi QRIS juga cukup besar sehingga memungkinkan masyarakat yang ingin melakukan pembayaran dengan limit yang lebih.
“Per 1 Maret 2022, batas transaksi ditetapkan hingga Rp10 juta per pembayaran. Jika lebih dari itu, scan bisa dilakukan dua kali atau lebih,” ungkapnya.
Pihaknya juag menegaskan, inovasi QRIS ini diberikan secara gratis untuk konsumen. Sementara itu, kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) menetapkan biaya 0 persen untuk transaksi di bawah Rp500 ribu. Dengan demikian, QRIS benar-benar ramah bagi pelaku UMKM dan konsumen.
Inovasi lain yang dikenalkan adalah QRIS Cross Border, sebuah fitur yang memfasilitasi perdagangan dan sektor pariwisata, khususnya UMKM. Dengan demikian, transaksi bisa dilakukan dengan mata uang lokal di negara mitra seperti Malaysia, Thailand, Singapura, dan terbaru di Jepang.
Selain QRIS, BI memaparkan keunggulan BI-FAST, yang merupakan infrastruktur pembayaran ritel nasional lainnya di Indonesia. Layanan ini memungkinkan transfer dana real-time selama 24 jam sehari dengan biaya hanya Rp2.500.
Adapun batas nominal transaksi melalui BI-FAST mencapai Rp250 juta, dan bisa diakses melalui berbagai kanal seperti QRIS, EDC, dan ATM. BI menegaskan, BI-FAST didesain aman, efisien, serta mendukung proxy address untuk mencegah pencucian uang.
Kendati demikian, Fahmi mengingatkan bahwa masyarakat terhadap perlu meningkatnya kewaspadaannya dari potensi ancaman siber.
“Melalui sosialisasi ini, BI berharap masyarakat semakin percaya diri dalam menggunakan pembayaran digital. Dengan QRIS, BI-FAST, dan edukasi keamanan transaksi, masyarakat dapat merasakan manfaat digitalisasi sekaligus terlindungi dari risiko penipuan,” paparnya lagi.
Deputi Kepala Bank Indonesia Riau Sudiro Pambudi menyebutkan, melalui kesempatan ini, pihaknya melakukan sosialisasi terkait QRIS Tap agar nantinya bisa disebarluaskan kepada masyarakat.
“Sosialisasi ini dinilai penting dilakukan karena kini sistem pembayaran tidak hanya menggunakan transaksi tunai namun juga non-tunai alias menggunakan uang elektronik. Dulu fokus kita kepada uang rupiah fisik melalui 3 D, kl sekarang kan ada E-money, QRIS dan E-payment. Nah kalau untuk QRIS Tap, ini merupakan inovasi terbaru dalam sistem pembayaran digital. Di mana, masyarakat bisa melakukan transaksi hanya dengan menempelkan smartphone ke terminal pembayaran. Nah ini kan masih banyak masyarakat yang belum tahu,” terangnya.
Pihaknya komit untuk terus melakukan inovasi sekaligus melakukan edukasi kepada masyarakat luas akan keunggulan dan manfaat dari QRIS.(azr)
Editor : Arif Oktafian