Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

PTPN IV PalmCo dan BRIN Perkuat Sinergi Wujudkan Agro industri Lestari

M Ali Nurman • Jumat, 12 September 2025 | 10:15 WIB
Kegiatan transformasi kerja sama pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas  yang berlokasi di salah satu entitasnya di PKS Terantam, Kabupaten Kampar, beberapa waktu lalu.
Kegiatan transformasi kerja sama pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas  yang berlokasi di salah satu entitasnya di PKS Terantam, Kabupaten Kampar, beberapa waktu lalu.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat kolaborasi yang telah terjalin sangat baik dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT) melalui pengolahan limbah cair sawit atau palm oil mill effluent (POME).


Hal itu ditandai dengan kelanjutan transformasi kerja sama pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) yang berlokasi di salah satu entitasnya di Provinsi Riau, PTPN IV Regional III, tepatnya di pabrik kelapa sawit (PKS) Terantam, Kabupaten Kampar, Riau.

PLTBg Terantam yang beroperasi sejak 2020 merupakan hasil kolaborasi apik sektor pemerintah, BRIN dan BUMN PTPN V (sebelum menjadi PTPN IV Regional III). Saat itu, PLTBg Terantam menjadi salah satu lompatan besar dalam industri perkebunan sawit dan menjadi jawaban atas persoalan limbah POME yang mengancam.

Kini, kerja sama tersebut memasuki babak baru menyusul perubahan entitas korporasi dan kelembagaan. PTPN V, telah bergabung ke dalam PTPN IV (PalmCo) per 1 Desember 2023. Di sisi lain, Pusat Pelayanan Teknologi (Pusyantek) BRIN sebagai mitra juga mengalami transformasi kelembagaan menjadi Deputi Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Skema yang sedang dirancang adalah bentuk kerja sama fasilitasi industri mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 210/PMK.02/2021 yang berfokus pada penggunaan fasilitas riset dan inovasi untuk kegiatan yang berbasis riset, lisensi, uji coba hasil riset/produk, dan/atau pembinaan atau bimbingan industri, dengan nilai PNBP ditetapkan sebesar nominal yang tercantum dalam kontrak kerja  sama.

Direktur Strategy and Sustainability PTPN IV PalmCo Ugun Untaryo mengatakan, keberlanjutan proyek PLTBg Terantam ini sejalan dengan visi pemerintah dalam percepatan pengembangan EBT. 

Pemanfaatan POME, yang merupakan limbah utama industri sawit, untuk menghasilkan biogas tidak hanya mengurangi emisi gas metana yang berpotensi mencemari lingkungan, tetapi juga menciptakan sirkular ekonomi yang berkelanjutan di dalam industri kelapa sawit serta mempercepat transisi energi hijau di Indonesia. 

Melalui kolaborasi ini, ia ingin memastikan industri sawit tidak hanya menjadi motor ekonomi nasional, tetapi juga pionir dalam mewujudkan agroindustri lestari. PLTBg Terantam, kata dia, adalah model kolaborasi penting dalam pemanfaatan limbah bisa diubah menjadi energi bersih yang mendukung pencapaian Net Zero Emission 2060

“PalmCo memiliki semangat luar biasa dalam pengembangan energi baru terbarukan. Kami memiliki target untuk terus memperluas pemanfaatan EBT melalui pengelolaan POME di pabrik-pabrik kelapa sawit PalmCo. Dengan begitu, kesempatan ini menjadi momentum tepat untuk saling memperkuat sinergi dalam mewujudkannya,” kata dia dalam pertemuan di Region Office PTPN IV Regional III, Kota Pekanbaru, Riau, awal pekan ini. 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Region Head PTPN IV Regional III Ahmad Gusmar Harahap, SEVP Business Support Bambang Budi Santoso serta tim riset dan pengembangan BRIN.  

Plt Sekretaris Deputi Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi BRIN Indriyani menyampaikan, sinergi ini menjadi wujud nyata misi BRIN dalam mendukung penguatan daya saing nasional melalui riset terapan. 

“Kerja sama ini menunjukkan bagaimana riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi bisa langsung memberi dampak nyata bagi masyarakat dan industri. Kami percaya, apa yang dilakukan ini bagian penting dalam pengembangan EBT dari limbah sawit di Indonesia,” katanya.

Ia juga mengatakan, PLTBg Terantam yang menghasilkan listrik 700 KVA diharapkan dapat menjadi model pengembangan bioenergi berbasis limbah sawit dan mewujudkan industri kelapa sawit yang hijau, sustainable, dan berdaya saing global. 

Berdasarkan dokumen usulan kerja sama yang diperbarui dan diusulkan kedua belah pihak meliputi Pengoperasian fasilitas PLTBg Terantam oleh PTPN IV untuk memenuhi kebutuhan listrik di Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PPKO) Tandun, pengembangan usaha lain terkait produksi biogas yang disepakati bersama, serta penggunaan fasilitas untuk riset dan pengembangan bersama oleh kedua belah pihak.(ifr)

Editor : Bayu Saputra
#energi hijau #ebt #Limbah Sawit #PTPN IV PalmCo #transisi energi #NZE 2060 #ptpn iv #BRIN