Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Harga Emas Batangan Diramal Bisa Tembus Rp2,18 Juta per Gram

Redaksi • Senin, 22 September 2025 | 10:00 WIB

Karyawan memperlihatkan emas batangan yang dijual di Galeri24 Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, baru-baru ini.
Karyawan memperlihatkan emas batangan yang dijual di Galeri24 Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, baru-baru ini.


JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Harga emas dunia kembali mencatat penguatan pada perdagangan Jumat (20/9). Logam mulia ditutup naik di level 3.684,38 dolar AS per troy ounce, dengan proyeksi pergerakan harga di Senin (22/9) berada di kisaran support 3.668,90 dolar AS hingga resistance 3.696,70 dolar AS.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menuturkan, dalam sepekan harga emas berpotensi bergerak di kisaran support 3.654,90 dolar AS hingga resistance 3.715,60 dolar AS. Bahkan, ia optimistis dalam semester II-2025 harga emas bisa mencapai 3.788 dolar AS per troy ounce atau setara Rp2.180.000 per gram.

“Dalam semester kedua 2025, saya optimis harga emas dunia bisa mencapai 3.788 dolar AS per troy ounce dan logam mulia di Rp2.180.000 per gram. Harga emas dunia di pasar internasional terbentuk berdasarkan analisa fundamental maupun teknikal, serta permintaan dan penawaran terhadap emas batangan di dunia,” ujarnya, Ahad (21/9).


Ia menjelaskan, dinamika global masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga emas. Salah satunya datang dari Amerika Serikat. Mahkamah Agung AS menetapkan 5 November untuk mendengarkan argumen terkait legalitas tarif global Trump.

Selain itu, kata dia, pemerintahan Trump juga meminta Mahkamah Agung untuk mengizinkan presiden melanjutkan pemecatan Gubernur Federal Reserve Lisa Cook, yang sebelumnya ditolak pengadilan federal. Langkah tersebut dinilai belum pernah terjadi sebelumnya di Negeri Paman Sam.

Di sisi lain, pasar juga mencermati sikap The Fed. Stephen Miran, pejabat yang baru diangkat, mendesak pemangkasan suku bunga lebih agresif hingga 50 basis poin. “Namun, proyeksi The Fed justru memperlihatkan dua pemangkasan lagi sebelum akhir 2025, sementara hanya satu kali pemangkasan diperkirakan pada 2026,” jelas Ibrahim.

Sementara itu, Presiden Federal Reserve Bank Minneapolis Neel Kashkari menilai pelemahan pasar tenaga kerja menjadi alasan utama pemangkasan suku bunga pekan ini, dan masih membuka peluang pemangkasan tambahan pada dua pertemuan berikutnya.

Dari sisi geopolitik, ketegangan Rusia-Ukraina dan pelanggaran wilayah udara Estonia oleh jet tempur Rusia juga menambah kekhawatiran pasar. Menurutnya, permusuhan yang meningkat di Eropa Timur berpotensi memicu spekulasi gangguan pasokan, yang ikut menopang harga emas.

“Dengan kombinasi faktor politik, ekonomi, dan geopolitik tersebut, emas masih dipandang sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang menarik bagi investor dalam menghadapi ketidakpastian global,” pungkasnya.(gem)

Editor : Arif Oktafian
#mata uang #gram #harga #emas batangan