Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Naik Lagi, Emas Antam Jadi Rp2.237.000 per Gram

Redaksi • Kamis, 2 Oktober 2025 | 09:15 WIB
Karyawan memperlihatkan emas batangan yang dijual di Galeri24 Jalan Sudirman Pekanbaru.
Karyawan memperlihatkan emas batangan yang dijual di Galeri24 Jalan Sudirman Pekanbaru.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Harga emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk atau yang dikenal dengan emas Antam Logam Mulia kembali naik dan mencetak rekor lagi pada perdagangan, Rabu (1/10). Berdasarkan daftar harga yang dirilis Butik Emas Logam Mulia (BELM) Pekanbaru, 1 gram emas Antam dibanderol seharga Rp 2.237.000 atau naik sebesar Rp3.000.

Menguatnya emas Antam Logam Mulia memperpanjang tren positifnya dengan menguat Rp65.000 selama lima hari terakhir, sekaligus mencetak rekor selama lima hari beruntun. Sementara itu, harga beli kembali (buyback) berada di level Rp2.084.000 per gram atau naik Rp3.000 dibandingkan sebelumnya.

Momentum ini dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Pekanbaru dengan menjual emas mereka karena mendapatkan keuntungan yang cukup tinggi. Salah satunya dilakukan seorang warga Jalan Soekarno-Hatta Kecamatan Tuah Madani bernama Sasmita Siregar (47).

Ia mengaku sengaja menjual emas batangan lantaran mendapatkan keuntungan yang cukup besar sekitar Rp5 juta lebih per gram. Emas seberat 5 gram miliknya dibeli hampir 7 tahun lalu dan saat itu harga emas masih sekitar Rp1 jutaan per gram.

“Kebetulan ada perlu juga. Jadi selagi harga emas tinggi sekarang makanya dijual, ternyata sudah untung berkali-kali lipat. Memang tidak salah kalau selama ini saya memilih untuk menginvestasikan uang ke emas batangan karena cukup besar keuntungan dan minim risikonya,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan salah seorang pemilik toko emas Asia di Sukaramai Trade Center (STC) Pekanbaru Andre. Menurutnya kenaikan harga emas saat ini diakibatkan adanya pengaruh isu global. Andre mengatakan, emas Antam di Pekanbaru saat ini dibanderol Rp2.400.000 per gram. Sedangkan untuk harga jual berkisar Rp2.200.000 per gram.

Andre menambahkan, walaupun saat ini harga jual emas batangan di Pekanbaru cukup tinggi, namun untuk stok emas batangan di tempatnya masih ada. Sehingga masyarakat yang ingin membeli bisa langsung membawa pulang emas batangan tanpa harus menunggu.

“Kalau di beberapa toko memang banyak yang kosong. Tapi di tempat kami, Alhamdulillah tidak. Kami upayakan selalu ada. Bahkan untuk tingkat penjual emas di saat ini sudah terjadi sebanyak 20-30 persen. Kebanyakan masyarakat memang memilih menjual karena harganya yang tinggi jadi mereka dapat untung. Namun ada juga yang menjualnya karena kebutuhan tertentu, setelah ada simpanan lain mereka kembali membeli untuk investasi jangka panjang,” tegasnya.

Harga Emas-Cabai Merah Kerek Inflasi September

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan indeks harga konsumen (IHK) September tercatat 0,21 persen secara bulanan (MtM). Jika secara tahunan (YoY) sebesar 2,65 persen. Adapun, inflasi tahun kalender 1,82 persen (Ytd).

Kenaikan itu dipicu oleh peningkatan harga sejumlah komoditas. Yakni, cabai merah dan daging ayam ras karena produksi hortikultura itu menurun serta tren kenaikan harga emas dunia.


Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah menuturkan, sejumlah catatan peristiwa memengaruhi indikator-indikator harga sepanjang bulan lalu. Antara lain, produksi cabai yang merosot bahkan terendah selama tahun ini. Serta harga emas yang memecahkan rekor.

“Kementerian Pertanian melalui early warning system (EWS) tentang produksi cabai menurun pada September 2025. Sedangkan bawang merah, produksinya meningkat pada September 2025. Panen bawang merah juga masih berlangsung di beberapa daerah sentral produksi. Seperti Bima, Brebes, Nganjuk, dan Solok,” terang Habibullah di kantornya, Rabu (1/10).

Dari sisi harga global, lonjakan harga emas turut memberikan tekanan inflasi domestik. BPS mencatat emas perhiasan memberikan andil inflasi sebesar 0,08 persen. Hal itu seiring rekor baru harga logam mulia di level Rp2.234.000 per gram pada akhir bulan lalu.

Kelompok Penyumbang Tertinggi

Sementara itu, kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar, yakni 0,38 persen. Andil terhadap inflasi umum sebesar 0,11 persen. Kontributor utamanya adalah cabai merah dan daging ayam ras, masing-masing memberikan andil inflasi 0,13 persen.

“Komoditas lainnya yang turut mendorong inflasi antara lain sigaret kretek mesin (SKM), biaya kuliah perguruan tinggi, cabai hijau, dan sigaret kretek tangan (SKT), dengan andil inflasi masing-masing 0,1 persen,” ucap Habibullah.(ayi/han/bil/dio/jpg)

Editor : Bayu Saputra
#emas antam #harga emas #harga emas terkini #harga emas hari ini #Emas Antam 2025