JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Harga logam mulia (emas) stagnan. Artinya tidak bergerak, emas Antam tetap berada di kisaran harga Rp2.235.000 per gram pada perdagangan Jumat (3/10).
Harga ini tercatat sama dengan perdagangan Kamis (2/10) sebesar Rp2.235.000 per gram. Harga yang stagnan tentu juga berlaku untuk penjualan kembali atau buyback sebesar Rp2.082.000 per gram.
Mengutip Reuters, harga emas turun hampir 1 persen mundur dari rekor tertinggi yang dicapai di awal sesi, setelah Presiden Federal Reserve Bank of Dallas Lorie Logan mendesak kehati-hatian pada pemotongan suku bunga lebih lanjut.
Bank sentral AS telah mengambil sejumlah asuransi terhadap kemerosotan tajam di pasar tenaga kerja dengan pemangkasan suku bunga bulan lalu, tetapi perlu "berhati-hati" terhadap pemangkasan suku bunga lebih lanjut.
Harga emas spot turun 0,5 persen menjadi 3.845,78 dolar AS per troy ounce dan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup 0,8 persen lebih rendah sebesar 3.868,1 dolar AS.
Imbasnya, harga emas melemah setelah adanya komentar tersebut dari The Fed. Para pedagang memperkirakan ada 99 persen kemungkinan bahwa bank sentral AS akan memangkas suku bunga lebih lanjut pada pertemuannya bulan ini.
Emas yang dipandang sebagai aset safe haven di masa ketidakpastian, tumbuh subur di lingkungan suku bunga rendah. Harga emas telah naik 47 persen sepanjang tahun ini.
Sumber: Jawapos.com
Editor : Rinaldi