Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Mobil Listrik Bekas Ini Harganya Turun Ratusan Juta, Padahal Tak Sampai Satu Tahun Pakai, Ada yang Berminat?

Redaksi • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 11:55 WIB

Mobil listrik bekas buatan Cina, BYD dibanderol jauh dari harga jual baru, turun nyaris 50 persen atau sekitar ratusan juta per unit.
Mobil listrik bekas buatan Cina, BYD dibanderol jauh dari harga jual baru, turun nyaris 50 persen atau sekitar ratusan juta per unit.
 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Penjualan mobil listrik bekas di Indonesia jadi fenomena tersendiri. Pasalnya harga jual dinilai sangat jauh berbeda, jika dibandingkan dengan mobil jenis bahan bakar bensin atau solar. Mobil listrik bekas BYD turun nyaris mencapai 50 persen atau sekitar ratusan juta.

Dari informasi beredar, mobil bekas listrik buatan Cina tersebut tidak hanya menyasar ke satu jenis saja. Dikutip dari Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Instagram milik @unikinfold pada Sabtu (11/10/2025), dalam unggahannya, tampak jelas tidak hanya satu jenis mobil listrik BYD saja yang mengalami penurunan drastis. Melainkan, sejumlah mobil buatan Negeri Tirai Bambu tersebut baik dari segi jenis maupun tipenya juga ikut terdepresiasi.

Yang mana, penurunan itu kurang lebih terjadi selepas perkiraan pemakaian satu hingga dua tahun lamanya. Di antaranya, BYD Seal Perfomance AWD yang memiliki harga baru pada 2024 Rp719 juta, apabila dijual bekas menjadi Rp465 juta.

Selanjutnya, penurunan harga itu menyasar ke tipe mobil BYD Seal Premium RWD yang dibanderol Rp440 juta dari harga baru di tahun serupa Rp629 juta. Kemudian, BYD Atto 3, konsep mobil listrik yang berbeda jenis dihargai Rp335 juta dari harga sebelumnya Rp515 juta pada 2024. Terakhir, mobil listrik dengan konsep interior premium, yakni Chery Omoda E5 yang terdepresiasi sebesar Rp203 juta.

Di mana, mobil yang dikenal dengan performa tangguh jarak tempuh 430 km tersebut sebelumnya dijual dengan harga baru Rp498 juta. Berdasarkan informasi beredar, penyebab harga mobil bekas listrik BYD mengalami penurunan drastis tidak lain lantaran waktu penggunaan baterai.

Sebab, baterai yang menjadi pilar utama berjalannya mobil listrik tersebut kian tergerus dari segi kualitas tiap pemakaiannya. Ditambah, harga baru dari baterainya sendiri disinyalir mencapai setengah dari nominal satu unit mobil listrik.

Tidak heran, fenomena ini sontak menarik perhatian publik, terlebih golongan masyarakat “mendang-mending”. Sebab, mereka menilai penurunan yang terjadi pada mobil listrik BYD tersebut sangat bertolak belakang dengan kendaraan bertenaga bahan bakar minyak (BBM).

 “Mending gw beli toyota sisa nya buat nyimpen antam. Ngecasnya lama banget,” cuit akun @budii$#! dan @plag$#!.

“Beli mobil listrik berarti siap pakai sampai rusak, bukan untuk gonta ganti atau dijual,” ketikan akun @wo$#!. ***

 

Editor : Edwar Yaman
#mobil listrik bekas #mobil listrik buatan cina #byd