PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Ekonomi Riau sampai dengan September 2025 atau triwulan III 2025 tumbuh mencapai 4,59 persen (Y-o-Y). Pendapatan negara mencapai Rp17.800,54 miliar atau tumbuh 30,55 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2024 terutama disebabkan pertumbuhan pada penerimaan Bea Cukai yang tumbuh 498,44 persen.
Hal itu diketahui dari kegiatan pers rilis yang digelar Kementerian Keuangan (Kemenkeu) satu Riau.
Kepala Kanwil DJKN RSK, Wahyu Prihantoro, Kepala Kanwil DJPb Riau, Heni Kartikawati, Kepala Kanwil DJP, Ardiyanto Basuki, Mewakili Kepala Kanwil DJBC Riau, M Emil Fuad dan Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Pekanbaru Fariz Wazdi menyampaikan kinerja APBN di Riau sampai dengan September 2025.
Heni menjelaskan, pendapatan pajak secara bruto tumbuh 2,95 persen, secara neto terkontraksi 10,82 persen karena besarnya restitusi. Penurunan terjadi pada PPh sebesar 18,94 persen dan PPN sebesar 13,10 persen.
“Sementara itu, penerimaan Bea Cukai melanjutkan pertumbuhan dengan capaian target tahunan telah mencapai 498,44 persen atau Rp6.509,86 miliar disebabkan kenaikan Bea Keluar sebesar 570,31 persen karena kenaikan kolom tarif menjadi 7 dan tonase ekspor meningkat dibanding tahun sebelumnya.
PNBP terealisasi Rp1.048,58 miliar atau terkontraksi 1,33 persen dibandingkan dengan tahun 2024, yang disebabkan turunnya PNBP lainya sebesar 2,77 persen,” ujarnya, Senin (20/10).
Sementara itu, belanja negara mencapai Rp23.085,31 miliar atau terkontraksi 3,28 persen dibanding 2024. Belanja Pemerintah Pusat mencatatkan kontraksi 20,09 persen seiring dengan menurunnya pagu anggaran dibandingkan dengan tahun lalu dan adanya efisiensi anggaran di awal tahun.
Hanya Pos Belanja Pegawai yang tercatat mengalami pertumbuhan 8,49 persen. Belanja Transfer ke Daerah mencatatkan pertumbuhan 2,93 persen atau terealisasi Rp17.940,96 miliar. Hal ini didorong pertumbuhan penyaluran DAU yang memiliki pagu terbesar 1,93 persen diiringi dengan DBH yang mencatatkan pertumbuhan 11,59 persen.
Sedangkan realisasi pendapatan daerah Rp22.422,57 miliar, 58,48 persen dari pagu. “Realisasi Pendapatan daerah terkontraksi 3,56 persen disebabkan penurunan pada pendapatan transfer 5,25 persen dan transfer antar daerah 17,95 persen.(azr)
Editor : Rindra Yasin