PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Dinas Perkebunan (Disbun) Riau bersama tim telah melaksanakan rapat penetapan harga kelapa sawit mitra plasma. Berdasarkan hasil penetapan harga kelapa sawit periode 22-28 Oktober 2025 telah menggunakan tabel rendemen harga baru hasil kajian dari PPKS Medan yang disepakati tim.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Disbun Riau Defris Hatmaja mengatakan, untuk penurunan harga tertinggi berada dikelompok umur 9 tahun Rp36,30 per Kg atau mencapai 0,98 persen dari harga periode lalu. Sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu kedepan turun menjadi Rp3.677,84 per Kg dan berlaku periode satu pekan kedepan.
“Dengan harga cangkang berlaku untuk satu bulan kedepan Rp18,30 per Kg. Pada periode ini indeks K yang dipakai adalah indeks K untuk 1 bulan kedepan yaitu 93,09 persen. Harga penjualan CPO pekan ini turun Rp150,90 dan kernel pekan ini turun Rp416,10 dari pekan lalu,” ujarnya.
Ada beberapa PKS yang tidak melakukan penjualan, berdasarkan Permentan Nomor 01 Tahun 2018 pasal 8 maka harga CPO dan kernel yang digunakan adalah harga rata-rata tim, apabila terkena validasi 2 maka digunakan harga rata-rata KPBN. Harga rata-rata CPO KPBN periode ini Rp14.582,67 dan harga kernel KPBN periode ini Rp13.305,00.
“Sebagaimana diketahui bersama harga TBS yang ditetapkan tim untuk mitra plasma mengalami penurunan. Penurunan harga minggu ini lebih disebabkan karena faktor turunnya harga CPO dan kernel,” sebutnya.
Dalam penetapan harga TBS Provinsi Riau, Disbun dan Tim Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun selalu melakukan perbaikan tata kelola agar penetapan harga ini sesuai dengan regulasi dan berkeadilan untuk kedua belah pihak yang bermitra.(sol)
Editor : Rindra Yasin