Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

AI Berdaulat Jadi Fondasi Pertumbuhan Menuju Indonesia Emas

Siti Azura • Rabu, 29 Oktober 2025 | 10:50 WIB
MENYAMPAIKAN SAMBUTAN: President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha saat me­nyampaikan sambutan pada acara peluncuran Empowering Indonesia Report 2025 di Jakarta, baru-baru ini.
MENYAMPAIKAN SAMBUTAN: President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha saat me­nyampaikan sambutan pada acara peluncuran Empowering Indonesia Report 2025 di Jakarta, baru-baru ini.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Republik Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen dan status negara berpenghasilan tinggi pada tahun 2038 sebagai bagian dari visi Asta Cita. Salah satu pendorong utama pencapaian tersebut adalah pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) yang berdaulat. Menyadari hal ini, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) bersama Twimbit, perusahaan riset dan konsultasi terkemuka, meluncurkan Empowering Indonesia Report 2025 bertema “Building Bridges of Tomorrow”, yang menegaskan pentingnya sovereign AI atau AI berdaulat sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Laporan ini menguraikan lima pilar utama menuju kedaulatan AI infrastruktur digital andal, tenaga kerja AI berkelanjutan, industri AI yang tumbuh, riset dan pengembangan yang mumpuni, serta regulasi dan etika yang kokoh.

Jika dijalankan secara strategis, adopsi AI berdaulat berpotensi menambah140 miliar dolar AS terhadap PDB Indonesia pada 2030, meningkatkan pertumbuhan ekonomi tahunan hingga 6,8 persen serta mempercepat pencapaian status negara berpenghasilan tinggi ke 2041 atau bahkan 2038 dalam skenario terbaik.

Menurut laporan tersebut, penerapan AI berdaulat juga dapat mendorong peningkatan produktivitas hingga 18 persen di sektor jasa, 15-20 persen di manufaktur dan 5-8 persen di pertanian, menjadikannya faktor utama dalam memperkuat daya saing dan efisiensi nasional.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Nezar Patria mengatakan, AI bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang kemandirian bangsa. Kedaulatan AI berarti kita membangun teknologi yang merefleksikan nilai-nilai Pancasila, menjamin etika dan keamanan, serta memastikan manfaatnya dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.

Dari sisi kesiapan infrastruktur, laporan ini mencatat Indonesia membutuhkan investasi 3,2 miliar dolar AS hingga 2030 untuk memenuhi kebutuhan komputasi nasional. Saat ini, AI data center di Indonesia baru mencakup kurang dari 1 persen dari pasar global, menandakan perlunya percepatan pembangunan pusat data bertenaga energi terbarukan dan jaringan 5G yang lebih luas.

Founder and CEO Twimbit Manoj Menon menambahkan, Indonesia memiliki posisi strategis untuk memimpin di era AI berdaulat. “Dengan membangun fondasi digital yang kuat dan menciptakan ekosistem yang inklusif, Indonesia dapat menjadi pusat pertumbuhan AI di Asia, mempercepat pencapaian visi Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan, kedaulatan AI bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang membangun masa depan yang dimiliki dan dikendalikan oleh Indonesia sendiri. “Melalui kolaborasi strategis dan inovasi berkelanjutan, kami berkomitmen menghadirkan konektivitas yang inklusif dan solusi AI yang beretika untuk memberdayakan setiap lapisan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045,” terangnya.(azr)

 

Editor : Rindra Yasin
#ai #ekonomi digital #republik indonesia #2025