PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tak Banyak masyarakat yang mengetahui, terdapat salah satu makam Pahlawan Nasional Republik Indonesia yang berasal dari Provinsi Riau berada di Negeri Jiran Malaysia.
Pahlawan tersebut ialah Tuanku Tambusai. Keberadaan makam tersebut kini menjadi salah satu daya tarik wisata religi di Malaysia yang kerap dikunjungi oleh wisatawan asal Indonesia.
Hal ini diungkapkan Konsul Malaysia di Pekanbaru M Hosnie Shahhiran bin Ismail, saat menggelar kegiatan Hari Terbuka Malaysia seri kelima di kawasan Care Free Day (CFD) di Pekanbaru Ahad (9/11).
Dikatakannya, Hari Terbuka kali ini terasa istimewa sebab bersempena dengan momen hari besar nasional Indonesia, yakni Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November, biasanya wisatawan Indonesia dan pejabat Indonesa ramai mengunjungi Makam Tuanku Tambusai yang berada di Kampung Rasah, Seremban, Negeri Sembilan.
Makam ini merupakan satu-satunya makam Pahlawan Nasional Indonesia yang berada di luar negeri dan sering menjadi pusat peringatan Hari Pahlawan Indonesia di Malaysia, baik dari pejabat negara maupun bagi wisatawan umumnya.
Dijelaskannya Tuanku Tambusai adalah ulama, pejuang, dan Pahlawan Nasional Indonesia dari Riau yang dikenal karena kegigihannya menentang penjajahan Belanda. Ia memimpin perlawanan dalam Perang Padri di wilayah Rokan Hulu dan Sumatera Utara, mendirikan Benteng Dalu-Dalu sebagai pusat pertahanan.
Belanda bahkan menjulukinya “De Padrische Tijger Van Rokan” atau “Harimau Padri dari Rokan” karena tidak pernah menyerah. Pihaknya mengundang wisatawan Riau dan Kepulauan Riau khususnya serta Pulau Sumatera umumnya sebagai negeri serumpun mengunjungi Malaysia dengan berbagai tempat wisata, fasilitas rumah sakit, pusat pendidikan, apalagi saat ini ada momen Hari Pahlawan.
Malaysia telah menerima 38 juta turis asing pada tahun 2024, ini melampaui target yang ditetapkan sebesar 27,3 juta dari negara. Angka ini merupakan peningkatan signifikan sebesar 31,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan 8,3 persen lebih tinggi dari tingkat sebelum pandemi pada tahun 2019.(ayi)
Editor : Rindra Yasin