Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

IPOC 2025, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Pertegas Sawit Masih Jadi Pilar Ekonomi dan Bahas Energi Bersih Program Biodiesel B50

Redaksi • Kamis, 13 November 2025 | 14:52 WIB

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto hadir secara virtual dan membuka IPOC 2025 di Bali International Convention Center (BICC) The Westin Resort, Nusa Dua, Bali, Kamis (13/11/2025).
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto hadir secara virtual dan membuka IPOC 2025 di Bali International Convention Center (BICC) The Westin Resort, Nusa Dua, Bali, Kamis (13/11/2025).


NUSA DUA (RIAUPOS.CO) - Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2025 and 2026 Price Outlook yang digelar di Bali, 13-14 November 2025, dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Dalam kesempatan ini, ia menegaskan kembali bahwasanya industri kelapa sawit masih jadi pilar ekonomi, hingga membahas energi bersih program Biodiesel B50.

IPOC ke-21 yang digelar di Bali International Convention Center (BICC) The Westin Resort, Nusa Dua, Bali ini, pada Kamis (13/11/2025), dalam sambutannya, Airlangga menegaskan industri kelapa sawit tetap menjadi pilar utama perekonomian Indonesia sekaligus motor penggerak transisi energi bersih nasional.

Dalam pidatonya, Airlangga menyampaikan bahwa Indonesia terus menunjukkan ketahanan ekonomi meski menghadapi perlambatan ekonomi global.

Pada kuartal III 2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,04 persen dengan kontribusi kuat dari sektor manufaktur, perdagangan, dan pertanian.

Konsumsi rumah tangga, investasi domestik yang mencapai Rp 1.434,3 triliun, serta inflasi stabil pada 2,86 persen, menjadi indikator solidnya fundamental ekonomi nasional.

“Pemerintah terus mempertahankan kebijakan counter-cyclical untuk menjaga momentum pertumbuhan,” ujar Airlangga secara virtual.

Menko Airlangga menegaskan bahwa industri sawit tetap menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.

Per September 2025, neraca perdagangan mencatat surplus 4,34 miliar dolar AS, ditopang ekspor sawit yang menembus 28,55 juta ton sepanjang Januari–September.

India dan Tiongkok masih menjadi pasar utama, sementara Jepang dan Selandia Baru menunjukkan peningkatan permintaan signifikan.

Pemerintah juga memperkuat penerapan sertifikasi ISPO dan mengembangkan sistem informasi ISPO untuk meningkatkan transparansi, real-time tracking, serta daya saing global industri sawit Indonesia.

Airlangga menekankan peran strategis sawit dalam agenda energi bersih nasional. Program biodiesel B40 akan ditingkatkan menjadi B50 pada semester II 2026, dengan potensi pengurangan emisi hingga 41,46 juta ton CO₂ ekuivalen.

 

Pemerintah juga menyiapkan pengembangan sustainable aviation fuel (SAF) berbasis sawit yang ditargetkan dapat mulai digunakan dalam 2–3 tahun mendatang.

Airlangga mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat hilirisasi sawit untuk menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, dan memperkuat industri nasional.

 

Editor : Eka G Putra
#IPOC 2025 #IPOC ke 21 #bicc nusa dua #b50 #Bali International Convention Center #nusa dua bali #menko perekonomian airlangga hartarto #biodiesel B50 #kelapa sawit