Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

IHSG Masih Diprediksi Melemah Pekan Ini

Redaksi • Senin, 17 November 2025 | 13:01 WIB
Pengunjung berfoto di depan layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, baru-baru ini. IHSG pekan ini masih diprediksi melemah.
Pengunjung berfoto di depan layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, baru-baru ini. IHSG pekan ini masih diprediksi melemah.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada dalam tekanan awal pekan ini. Baik Phintraco Sekuritas maupun BRI Danareksa Sekuritas menilai pergerakan IHSG pada pekan perdagangan 17–21 November 2025 masih dipengaruhi sinyal teknikal yang melemah dan sikap pelaku pasar yang menunggu keputusan penting Bank Indonesia (BI).

Pada penutupan perdagangan Jumat lalu (14/11), IHSG melemah tipis 0,02 persen ke level 8.370,4. Pergerakan indeks cenderung positif pada awal sesi namun berbalik terkoreksi menjelang penutupan.

Phintraco Sekuritas dalam risetnya menyebut sejumlah indikator teknikal menunjukkan potensi koreksi jangka pendek. IHSG ditutup di bawah MA5 yang dinilai sebagai sinyal tekanan jual. “Histogram MACD masih positif namun momentum kenaikannya melambat dan berpotensi terjadi Death Cross. Stochastic RSI masih bergerak di area overbought,” tulis riset Phintraco oleh Head of Research Valdy Kurniawan.

Selain itu, volume jual yang dominan dan garis A/D yang mengindikasikan distribusi membuat Phintraco memperkirakan IHSG berpotensi melemah untuk menguji support 8.300-8.325 pada perdagangan hari ini (16/11). Meski melemah, tren bullish dinilai tetap terjaga. Beberapa saham yang direkomendasikan untuk diperhatikan ialah ANTM, MAPI, MAIN, SMDR, dan DOID.

Sinyal teknikal yang melemah juga diungkapkan oleh BRI Danareksa Sekuritas. Mereka memproyeksikan IHSG tetap dalam pola bullish selama berada di atas MA60.

Mempertahankan Suku Bunga

Dari sisi fundamental, pasar menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur BI yang berlangsung pada 17–18 November 2025. Keputusan suku bunga menjadi katalis utama yang dipantau investor. BRI Danareksa menilai BI kemungkinan mempertahankan suku bunga acuannya karena didorong inflasi yang rendah, konsumsi belum pulih kuat, serta rupiah yang melemah.

Sentimen eksternal juga memainkan peran dalam arah IHSG pekan ini. Meredanya penutupan sementara (government shutdown) Amerika Serikat memberikan angin positif bagi pasar global. Meski kekhawatiran atas stabilitas politik Amerika masih tersisa.(agf/hen/jpg/gem)

Laporan JPG, Jakarta

 

Editor : Arif Oktafian
#pelaku pasar #indeks harga saham gabungan (ihsg) #bri danareksa #perdagangan #Phintraco Sekuritas