Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Optimalisasi Jaringan Telekomunikasi Lewat AI

Henny Elyati • Minggu, 30 November 2025 | 23:03 WIB
Salah satu petugas memperbaiki jaringan di BTS wilayah Sumbagteng baru-baru ini.
Salah satu petugas memperbaiki jaringan di BTS wilayah Sumbagteng baru-baru ini.

Transformasi digital mengubah cara masyarakat berinteraksi dengan dunia sekitar. Hal ini dikarenakan sistem telekomunikasi mutakhir yang kini mampu menghadirkan pengalaman konektivitas tanpa batas melalui inovasi infrastruktur terpadu.

Laporan HENNY ELYATI, Pekanbaru

SAAT kita melakukan streaming film atau video call bersama keluarga atau teman tiba-tiba buffering? pasti bikin kesal bukan. Padahal saat ini sudah zamannya era digital yang serba canggih dan era 5G yang tentu saja konektivitas semakin cepat dan nyaman.

Nahh agar pengguna telepon seluler tidak terganggu, penyedia layanan telekomunikasi bekerja keras agar sinyal stabil dan cepat. Namun mengatur jaringan yang isinya jutaan user, ribuan BTS dan data yang menumpuk bukanlah perkara gampang.

Oleh karena itu, kehadiran Artificial Intelligence (AI) menjadi ''otak'' yang membuat jaringan lebih pintar, efisien dan memenuhi kebutuhan kita yang semakin demanding. Dari traffic, deteksi masalah sampai pengaturan resouce otomatis AI punya peran yang sangat krusial.

Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan ini, Telkomsel menghadirkan rangkaian solusi AI yang dapat dinikmati berbagai segmen pelanggan mulai dari individu, pelajar, pelaku UMKM hingga korporasi.

Telkomsel pun meluncurkan layanan premium perplexity pro. Dimana pelanggan dapat menikmati akses internet cepat dan luas sekaligus memampuan AI tingkat lanjut untuk mencari, menganalisis dan menghasilkan konten secara cerdas.

Transformasi berbasis AI juga dapat dirasakan dalam membuat virtual assistant Telkomsel-Veronika yang dapat membawa pengalaman baru yang lebih intuitif dan personal.

General Manager Mobil Consumer Business Region Sumbagteng Telkomsel Defriady Masta menjelaskan, kehadiran teknologi AI dalam berbagai lini produk dan layanan Telkomsel merupakan langkah strategis untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan.

"Telkomsel ingin memastikan setiap inovasi yang kami hadirkan benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,'' ujar Defriady.

Pemanfaatan AI, lanjutnya, bukan sekadar mengikuti tren global tetapi menjadi cara Telkomsel menghadirkan layanan yang lebih cepat, cerdas dan relevan di setiap aktivitas digital pelanggan.

"Dengan dukungan jaringan berkualitas dan ekosistem digital yang terus berkembang, kami ingin memastikan bahwa teknologi terdepan ini dapat diakses oleh semua pelanggan,'' katanya.

Dalam mengoptimalkan jaringan telekomunikasi AI memiliki peran yang cukup besar seperti AI bisa memprediksi lonjakan traffic, AI bisa mengarahin traffic ke BTS atau server yang paling ngak simbol dan punya resource lebih, AI juga bisa memprediksi kapan sebuah komponen bisa rusak, AI juga bisa mendeteksi pola aktivitas mencurigakan yang mengarah ke serangan siber atau penipuan di jaringan, AI juga bisa mengoptimalisasikan konsumsi energi di BTS dan perangkat jaringan lainnya.

Salah satu fitur utamanya adalah kemampuan untuk menurunkan konsumsi data pada BTS saat lalu lintas data rendah. Dengan ini efisiensi energi yang dihasilkan mencapai 15 persen, sementara konsumsi daya dapat berkurang hingga 8 persen.

Inovasi ini tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga mengurangi biaya operasional secara signifikan. Hingga saat ini teknologi tersebut telah diterapkan di lebih dari 90 lokasi yang melayani lebih dari 300 ribu pelanggan.

Penggunaan AI untuk optimalisasi jaringan telekomunikasi di tahun ini benar-benar menjadi game changer. AI mengubah jaringan dari yang tadinya statis dan reaktif menjadi dinamis, prediktif dan proaktif sehingga saat browse atau streaming tak lagi mengalami buffering.

Penerapan kecerdasan buatan (AI) pada Base Transceiver Station (BTS) memberikan berbagai manfaat signifikan terutama dalam optimalisasi jaringan, peningkatan efisiensi operasional dan kualitas layanan pelanggan.

AI dapat memonitor dan menganalisis data jaringan secara real-time.

Direktur Planning & Transformation Telkomsel Wong Soon Nam mengungkapkan, invovasi ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada pelanggan tetapi juga memperkokoh posisi Telkomsel sebagai pemimpin di industri telekomunikasi Indonesia.

"Kami berkomitmen terus menghadirkan solusi yang mampu memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan sekaligus mendukung efiensi operasional,'' sebutnya.

Generasi kelima jaringan seluler menghadirkan latensi di bawah 1 milidetik (50 kali lebih cepat dari 4G). Kecepatan ini memungkinkan operasi robot industri real-time dan konsultasi medis jarak jauh. Lebih dari 20 juta perangkat IoT di Indonesia telah terhubung melalui infrastruktur ini.

Dimana teknologi 4G kecepatan masimalnya 100 Mbps dengan aplikasi utama steaming HD sementara 5G NSA kecepatan maksimal 1 Gbps dengan aplikasi augmented reality dan 5G SA kecepatan maksimal 10 Gbps dengan aplikasi smart city.

Dengan kecanggihan teknologi ini pengguna merasakan peningkatan signifikan dalam aktivitas digital harian. Steaming 4K berjalan lancar meski di dalam gedung bertingkat. Gamers online mengalami penurunan ping 70 persen berkat optimasi jaringan telekomunikasi terbaru.

Bisnis UMKM memanfaatkan platform e-commerce dengan loading 2x lebih cepat. Sekolah di daerah terpencil kini mengadakan kelas virtual tanpa gangguan sinyal. Semua kemajuan ini didukung oleh pembaharuan infrastruktur yang berkelanjutan.

Editor : Eka G Putra
#Artificial Intelegence AI #jaringan telekomunikasi #Jaringan 5 G #telkomsel #lomba karya tulis jurnalistik