Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Harga Emas Berpeluang Tembus Rp2,6 Juta per Gram

Redaksi • Senin, 22 Desember 2025 | 09:58 WIB

Pegawai memperlihatkan emas Antam yang dijual di Galeri Emas Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru, beberapa waktu lalu. Harga emas dalam negeri saat ini Rp2.491.000 per gram dan berpotensi menguat pada pekan depan.
Pegawai memperlihatkan emas Antam yang dijual di Galeri Emas Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru, beberapa waktu lalu. Harga emas dalam negeri saat ini Rp2.491.000 per gram dan berpotensi menguat pada pekan depan.


JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pengamat Komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas dunia dan logam mulia Antam masih berpotensi menguat pada pekan depan, meski pergerakannya tetap fluktuatif. Sentimen geopolitik global dan ekspektasi penurunan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) dinilai menjadi faktor utama penopang harga. 

Ibrahim menyebutkan, pada penutupan perdagangan Sabtu pagi, harga emas dunia berada di level 4.338 dolar AS per troy ounce. Sementara harga logam mulia di dalam negeri tercatat Rp2.491.000 per gram. 

”Apabila harga emas dunia turun di support pertama itu di 4.291 dolar AS per troy ounce. Jadi, logam mulianya turun di Rp2.475.000 per gram,” ujar Ibrahim dalam analisisnya, Ahad (21/12). 

Ia menambahkan, koreksi lanjutan berpotensi membawa emas dunia ke support kedua di 4.256 dolar AS per troy ounce. Pada level itu, harga emas Antam diperkirakan bisa melemah hingga Rp2.400.000 per gram. 

Namun demikian, peluang penguatan dinilai masih cukup besar. Menurut Ibrahim, jika emas dunia mampu menembus resistance pertama di 4.378 dolar AS per troy ounce, maka pada awal pekan, khususnya Senin (22/12), harga emas batangan berpotensi naik ke Rp2.510.000 per gram. 

”Kemudian dalam satu pekan di hari Sabtu (27/12) pagi kemungkinan emas ini akan tembus di 4.415 dolar AS per troy ounce, kemudian logam mulianya di Rp2.600.000 per gram,” jelasnya. 

Ibrahim juga menilai peluang emas dunia melampaui rekor tertinggi pada Oktober lalu di USD4.381 per troy ounce cukup besar. Bahkan, hingga akhir tahun, harga emas Antam berpotensi menyentuh Rp2.700.000 per gram apabila fundamental global masih mendukung dan nilai tukar rupiah tetap stabil. 

Dari sisi pasar keuangan, Ibrahim mencermati indeks dolar AS yang ditutup di level 98,695 pada Sabtu (20/12) pagi. Indeks tersebut diperkirakan bergerak di area support 98,451 dengan resistance di kisaran 98,950 hingga 99,24. 

Sementara itu, nilai tukar rupiah pada pekan depan diproyeksikan berada di rentang Rp16.680 hingga Rp16.820 per dolar AS. Ia menjelaskan, fluktuasi harga emas dunia dipengaruhi oleh ekspektasi kebijakan The Fed, terutama peluang penurunan suku bunga menyusul rilis data tenaga kerja AS. 

Meski demikian, para ekonom masih bersikap hati-hati karena data ekonomi berpotensi terdistorsi akibat penutupan pemerintahan federal AS selama 43 hari. 

”Di pekan besok banyak pernyataan-pernyataan dari Gubernur Bank Sentral Amerika yang ada 9 orang, kemungkinan besar ini pun juga masih akan membahas tentang penurunan suku bunga,” beber Ibrahim. 

Selain faktor moneter, ketegangan geopolitik global turut menjadi pendorong utama kenaikan harga emas. Ibrahim menilai konflik di Timur Tengah, khususnya potensi eskalasi antara Israel dan Iran, menjadi faktor paling dominan yang mengangkat harga emas sebagai aset safe haven. 

”Ketegangan Amerika dengan Venezuela, konflik Rusia dan Ukraina, hingga dinamika keamanan di Asia Timur terkait Taiwan juga ikut memperkuat sentimen positif terhadap emas,” pungkasnya.(yls)

Laporan JPG, Jakarta

Editor : Arif Oktafian
#harga emas #gram #update