Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Terus Cetak Rekor Baru, Harga Emas Melambung sejak Awal Tahun 2025, Bagaimana Prediksi di 2026?

Redaksi • Jumat, 26 Desember 2025 | 00:05 WIB
Ilustrasi emas batangan
Ilustrasi emas batangan

RIAUPOS.CO - Sepanjang tahun 2025, harga ems terus melejit dan melambung. Pada awal pekan ini, harga emas resmi mencetak sejarah dengan menembus level USD 4.400 per ons.

Dengan rekor baru ini menempatkan logam mulia sebagai primadona investasi di tengah ketidakpastian ekonomi dunia yang kian memanas.

Sepanjang tahun ini saja harga emas sudah meroket lebih dari 70 persen. Pada perdagangan Senin sore, emas bahkan sempat menyentuh titik tertinggi di level USD 4.477 per ons sebelum stabil di kisaran USD 4.475.

Dikutip dari CBS News, Kamis (25/12/2025), kenaikan ini bukan tanpa alasan. Para investor kini berbondong-bondong mengamankan kekayaan mereka ke aset safe haven. Ketegangan geopolitik yang tak kunjung usai menjadi bahan bakar utama yang memicu reli panjang ini.

Selain konflik internasional, fenomena currency debasement trade kembali muncul. Investor mulai meragukan nilai mata uang fiat dan memilih memindahkan dana mereka ke emas untuk menghindari penurunan daya beli.

Kekuatan emas sepanjang tahun ini menunjukkan bahwa investor masih melihat logam mulia sebagai aset strategis jangka menengah hingga panjang.

Kebijakan moneter Amerika Serikat turut memberi angin segar. Keputusan Federal Reserve (The Fed) untuk memangkas suku bunga membuat daya tarik emas semakin tak tertandingi karena sifatnya yang tidak memberikan bunga (non-yielding).

Tak hanya investor ritel, bank sentral dunia pun ikut "berperang" mengoleksi emas. Berdasarkan data World Gold Council, pembelian emas oleh otoritas moneter hingga Oktober telah mencapai 254 ton. Negara-negara di Eropa Timur tercatat sebagai salah satu pembeli yang agresif guna mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

Fenomena "demam logam mulia" ternyata menular ke perak. Harga perak melonjak tajam hingga menyentuh USD 69 per ons, atau naik lebih dari 130 persen sejak awal tahun.

Berbeda dengan emas, perak mendapat dorongan ganda dari permintaan industri teknologi dan energi terbarukan. Meski lebih volatil, perak kini menjadi alternatif investasi yang sangat menjanjikan bagi mereka yang berani mengambil risiko lebih tinggi.

Bagimana dengan tahun 2026 mendatang? Apakah harga emas ada potensi naik atau sebaliknya merosot?

Meski saat ini sedang berada di atas angin, para ahli mulai memberikan peringatan untuk tahun 2026. Capital Economics memprediksi harga emas berpotensi terkoreksi hingga ke level USD 3.500 per ons pada akhir 2026 jika aksi spekulasi pasar mulai mereda.

Namun, banyak analis lain tetap optimistis. Selama tren suku bunga rendah dan pelemahan dolar AS berlanjut, emas diprediksi akan tetap menjadi raja aset pelindung nilai dalam portofolio investor global.

Editor : M. Erizal
#prediksi harga emas 2026 #harga emas #Harga Emas melambung #potensi investasi #prediksi harga emas