Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pola Single Management Untungkan Petani Mitra

Redaksi • Selasa, 30 Desember 2025 | 12:15 WIB

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Inti Rakyat (Aspekpir) Setiyono saat memberi sambutan dalam satu kegiatan, beberapa waktu lalu.
Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Inti Rakyat (Aspekpir) Setiyono saat memberi sambutan dalam satu kegiatan, beberapa waktu lalu.


PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Inti Rakyat (Aspekpir) Setiyono, menilai penerapan pola single management oleh PTPN IV PalmCo telah membawa manfaat besar bagi petani mitra. 

Menurutnya, pola pengelolaan terpadu yang dila­kukan perusahaan tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperkuat tata kelola kemitraan yang lebih transparan, profesional, dan berkeadilan.

“Dulu, bahasa single management sempat jadi momok di kalangan petani. Namun kenyataannya, PTPN justru memberikan kesempatan yang luas kepada petani untuk terlibat langsung dan berkembang. Petani tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga bagian aktif dari sistem pengelolaan yang profesional,” kata dia, belum lama ini. 

Single management sendiri merupakan pola pengelolaan seluruh proses budidaya kelapa sawit petani secara terpadu. Mulai dari peremajaan hingga pemanenan, dengan standar perusahaan yang tinggi. 

Sistem ini mencakup operational excellence, kesetaraan produktivitas antara kebun perusahaan dan petani, pem­berdayaan petani melalui program cash for works, korporatisasi kelembagaan petani, serta prinsip transparansi dalam seluruh aktivitas pengelolaan.

Setiyono menegaskan, sistem ini mampu mendorong peningkatan produktivitas kebun plasma hingga setara dengan kebun inti perusahaan.  “Produktivitas tinggi, bahkan usia sawit muda sudah menghasilkan TBS dengan volume luar biasa. Ini bukti bahwa ketika petani dilibatkan, hasilnya nyata,” tuturnya.

Selain peningkatan pro­duksi, single management juga membuka peluang eko­nomi baru bagi petani melalui pola kemitraan yang inklusif. 

Petani tidak hanya men­dapatkan pendapatan dari hasil kebun, tetapi juga terlibat sebagai tenaga kerja dalam kegiatan operasional kebun maupun sebagai kontraktor lokal.

“Single management ini tidak tertutup, bahkan sangat terbuka. Kami para petani didorong untuk menjadi mitra dalam berbagai kegiatan, termasuk sebagai kontraktor. Pola ini membuat hubungan antara petani dan perusahaan menjadi setara, saling menguntungkan, dan saling membutuhkan,” tambahnya.

Setiyono menilai, reformasi tata kelola yang dilakukan PTPN IV PalmCo di bawah arahan manajemen Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) telah membawa perubahan besar dalam hubungan kemitraan antara perusahaan dan petani.

“Dulu saya sering berse­lisih dengan pihak perusahaan, tapi itu bagian dari proses pembelajaran. Sekarang, PTPN IV jauh lebih terbuka, komunikatif, dan fokus pada kesejahteraan petani plasmanya,” ujarnya. 

“Petani yang dulu lepas dari kemitraan kini banyak yang menyesal, terutama saat menghadapi program peremajaan,” lanjut Setiyono.

Ia pun mengimbau agar para petani tetap menjaga kemitraan yang sudah terbangun dengan baik. “Kemitraan dengan PTPN IV PalmCo bukan hanya soal hasil panen, tapi juga keberlanjutan ekonomi, keterlibatan sosial, dan masa depan bersama yang lebih baik,” tutup Setiyono.(ifr)

Editor : Arif Oktafian
#ptpn #Single Management #petani mitra