PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Hari kedua tahun 2026, harga ayam potong dan telur ayam ras di Kota Pekanbaru masih terpantau tinggi. Harga ayam ras potong berkisar Rp33 ribu sampai Rp35 ribu per kilogram (kg). Sedangkan harga telur antara Rp56 ribu sampai Rp62 ribu per papan (30 butir).
Pantauan Riau Pos, Jumat (2/1) di Pasar Dupa Kencana dan sejumlah tempat penjualan ayam terlihat harga ayam potong di Pekanbaru dijual mulai dari Rp33.000 hingga Rp35.000 perkilogram tergantung ukuran.
Padahal beberapa pekan di awal bulan Desember 2025 harga ayam masih dijual di bawah Rp30.000 per kilogram. Sedangkan untuk harga telur ayam ras kini termurah di jual Rp56.000 per papan dan paling mahal Rp62.000 per papan.
Salah seorang pedagang ayam di Pasar Dupa Kencana, Maryadi (40) menjelaskan, hingga saat ini harga ayam sudah mulai mengalami sedikit penurunan harga meskipun belum dalam kondisi normal.
Menurutnya, kenaikan harga ayam terjadi lantaran perayaan hari besar keagamaan seperti natal dan tahun baru yang membuat banyak masyarakat berbondong-bondong melakukan pembelian ayam saat malam pergantian tahun baru lalu sehingga hingga kini harganya masih cukup tinggi.
”Untuk sekarang mulai turun lah, tapi belum normal lagi biasanya kan kalau normal itu ayam yang ukuran kecil dijual sekitar Rp26.000 / kilogram kalau ayam besar itu Rp23.000 sampai Rp24.000 per kilogram. Kemarin pas malam tahun baru malah naik ayam jadi Rp37.000 perkilogram ukuran besar Rp39.000 per kilogram ukuran kecil tapi banyak habis karena memang banyak yang mau buat acara tahun baruan,” katanya.
Ia menambahkan, selama pasokan ayam dari agen tidak mengalami kendala, harga diperkirakan masih akan kembali normal. Pedagang juga berharap situasi tetap kondusif agar harga tidak melonjak dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
”Semoga normal lagi lah harga nya, karena tak lama lagi mau Hari Raya Imlek, beberapa bulan lagi juga mau ramadan takutnya harga naik lagi,” ucapnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh pedagang ayam lainnya di Jalan Tengku Bey, Ajo (37) mengaku selama beberapa hari terakhir peningkatan penjualan ayam sudah dirasakannya, bahkan puncaknya terjadi pada malam pergantian tahun baru lalu. Di mana harga ayam ras memang mengalami kenaikan.
”Sepekan ini masih mahal harga ayam. Harganya memang naik dari peternakan juga karena harga pakan yang sudah ikut melambung dan momentum tahun baru jadi semuanya ikutan naik,” ucapnya.
Ia memperkirakan sepekan pertama di tahun baru, harga ayam potong sudah mulai mengalami penurunan harga, karena pasokan ayam dari peternakan sudah mulai banyak didistribusikan kepada pedagang.
”Mungkin normal lah beberapa hari kedepan. Stok juga banyak jadi sudah pasti berpengaruh kepada penjualan,” jelasnya.
Di sisi lain, Diana (37) salah seorang warga mengaku sempat kaget dengan kenaikan harga ayam dan telur ayam yang terjadi di tahun baru 2026 ini. Menurutnya semenjak harga telur dan ayam masih tinggi , ia berusaha menghemat pengeluaran, di mana biasanya untuk keperluan selama sepekan ia membeli 1/2 papan (15 butir). Namun sekarang 1/2 papan telur ayam ia cukupi untuk keperluan selama satu bulan.
”Pusing mau apa lagi yang dikurangi semua harga pada naik semuanya. Saya berharap semoga telur ayam dan ayam bisa stabil lagi seperti semula kisaran Rp40.000 per papan untuk telur dan ayam kisaran Rp24.000 sampai Rp28.000 per kilogram supaya sisa uangnya bisa digunakan untuk yang lain,” tuturnya.(ayi)
Editor : Bayu Saputra