PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Harga emas Antam di Galeri 24 Distro Pegadaian Pekanbaru melonjak tajam, Senin (12/1). Untuk ukuran 1 gram, dijual Rp2.661.000, naik dari akhir pekan lalu Rp2.622.000. Sementara untuk buyback, emas 1 gram masih Rp2.495.000.
Manajer Galeri 24 Pegadaian Pekanbaru Mohammad Iqbal mengatakan, meskipun harga meroket, tetapi sewaktu-waktu bisa turun lagi tergantung situasi emas dunia. “Saat ini harga emas naik lagi menjadi Rp2,661 juta per gram,” ujarnya, kemarin.
Meski harga naik, dikatakan Iqbal antusias masyarakat dalam menabung emas cukup tinggi. Ini dikarenakan literasi keuangan masyarakat Pekanbaru meningkat sehingga banyak yang membeli emas untuk berinvestasi. Iqbal menambahkan, bagi yang ingin mendapatkan emas Antam, bisa langsung mendatangi Galeri 24 Distro Pekanbaru di Jalan Jenderal Sudirman.
Warga juga bisa melalui aplikasi Tring! by Pegadaian, merupakan aplikasi keuangan digital terbaru yang dikembangkan oleh Pegadaian untuk memudahkan warga dalam memenuhi kebutuhan investasi emas lewat berbagai layanan finansial dalam satu genggaman.
Aplikasi ini dirancang agar customer dapat mengakses layanan konvensional maupun syariah secara bersamaan. Termasuk fitur pembelian dan penjualan emas, Tabungan Emas, hingga Cicil Emas yang dapat disesuaikan dengan preferensi investasi.
Salah satu keunggulan Tring! adalah konsep “1 User ID, Semua Kebutuhan”. Dengan melakukan registrasi dan verifikasi data hanya sekali, customer sudah bisa menikmati berbagai layanan finansial tanpa harus melakukan proses berulang. Hal ini membuat transaksi lebih cepat, praktis, dan hemat waktu.
Sementara itu, salah seorang warga Pekanbaru yang membeli emas bernama Edgar mengaku tetap membeli emas di saat harganya tinggi lantaran ingin memulai investasi. “Saya baru mencoba. Alhamdulillah ada uang tabungan daripada dibiarkan disimpan di rekening lebih baik beli emas batangan biar dapat cuan,” tuturnya.
Trump-Powell Memanas
Tekanan politik dari Gedung Putih kembali mengguncang pasar keuangan global. Konflik terbuka antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Gubernur Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell membuat pasar saham bergerak volatil, dolar AS melemah.
Kontrak berjangka indeks S&P 500 tertekan 0,5 persen. Di saat bersamaan, investor berbondong-bondong mencari aset aman. Harga emas melonjak tajam dan kembali mencetak rekor, menandai meningkatnya kecemasan pasar terhadap stabilitas kebijakan moneter AS.
Di pasar valuta asing, dolar AS menjadi sasaran tekanan. Franc Swiss menguat 0,4 persen ke level 0,7979 per dolar AS, sedangkan euro naik 0,17 persen ke 1,1656 dolar AS. Indeks dolar turun 0,3 persen dan berada di jalur pelemahan harian terdalam sejak pertengahan Desember.
“Konflik terbuka antara The Fed dan pemerintah AS jelas bukan sentimen positif bagi dolar AS,” kata Head of Currency Strategy National Australia Bank Ray Attrill. Harga emas melonjak menembus 4.600 dolar AS per ons troi, didorong kombinasi konflik geopolitik dan ketidakpastian global. Gejolak di Iran turut menopang harga logam mulia, sekaligus menahan penurunan harga minyak.
Independensi Bank Sentral
Ketegangan memuncak setelah Jerome Powell pada Ahad (11/1) mengungkapkan bahwa pemerintahan Trump mengancamnya dengan dakwaan pidana dan memanggilnya melalui dewan juri terkait kesaksiannya di Kongres tahun lalu mengenai proyek renovasi gedung The Fed. Powell menilai langkah tersebut sebagai upaya menekan bank sentral agar memangkas suku bunga.
“Trump sedang menarik benang-benang rapuh independensi bank sentral,” ujar Andrew Lilley, Chief Rates Strategist Barrenjoey, bank investasi berbasis di Sydney. Meski demikian, Lilley menilai tekanan politik tersebut tidak akan mengubah arah kebijakan moneter. “Keputusan suku bunga tetap ditentukan oleh mayoritas anggota FOMC,” ujarnya.(ayi/bil/dio/jpg)
Editor : Arif Oktafian