JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat industri tekstil dan garmen nasional mendapat sambutan positif dari kalangan pengusaha. Namun, dukungan tersebut disertai pesan tegas bahwa kebijakan konkret harus segera menyusul agar sektor padat karya tersebut benar-benar bangkit.
Ketua Umum Asosiasi Garmen dan Tekstil Indonesia (AGTI), Anne Patricia Sutanto, menilai perhatian Presiden terhadap industri tekstil merupakan sinyal politik dan ekonomi yang sangat kuat. Komitmen di level kepala negara ini harus segera diterjemahkan menjadi langkah nyata oleh kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah.
“Industri tekstil dan garmen berperan vital dalam penciptaan lapangan kerja serta menjaga stabilitas sosial-ekonomi nasional,” ujar Anne pada Rabu (14/1).
AGTI menilai arahan Presiden terkait revitalisasi rantai pasok harus dijalankan secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir. Struktur rantai pasok tekstil Indonesia yang panjang membutuhkan kebijakan terpadu agar daya saing dan nilai tambah industri nasional dapat meningkat secara berkelanjutan.
Efisiensi Impor
Bahan Baku
Anne menekankan pentingnya penguatan industri hulu di dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor. Namun, ia mengingatkan bahwa selama kapasitas domestik belum mencukupi, impor bahan baku strategis tetap diperlukan agar aktivitas produksi tidak tersendat. Editor : Arif Oktafian