Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Harga Emas Diprediksi Rp3 Juta per Gram di Akhir Februari

Tim Redaksi • Senin, 26 Januari 2026 | 10:37 WIB

Pedagang emas memperlihatkan emas mulia seberat 5 Gram dari Pegadaian (Kiri) dan Antam (Kanan) di Toko Emas di Sukaramai Trade Center (STC), Pekanbaru, Sabtu (24/1/2026).
Pedagang emas memperlihatkan emas mulia seberat 5 Gram dari Pegadaian (Kiri) dan Antam (Kanan) di Toko Emas di Sukaramai Trade Center (STC), Pekanbaru, Sabtu (24/1/2026).

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Harga emas dunia diproyeksikan bergerak pada pekan depan dengan kecenderungan menguat. Bahkan, di akhir Februari diprediksi menembus Rp3 juta per gram. Sejumlah faktor global mulai dari geopolitik, perang dagang, hingga dinamika politik Amerika Serikat dinilai masih menjadi pemicu utama pergerakan harga emas.

Pengamat Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyebutkan bahwa pergerakan harga emas pekan depan masih terbuka ke dua arah, baik koreksi maupun melanjutkan tren penguatan.

“Kalau seandainya harga emas dunia turun, itu kemungkinan di level 4.960 dolar AS per troy ounce. Untuk harga logam mulia domestik berada di sekitar Rp2.852.000,” ujar Ibrahim dalam analisisnya, Ahad (25/1).

Ia menambahkan, jika tekanan berlanjut hingga menyentuh level support kedua, harga emas dunia berpotensi turun hingga 4.904 dolar AS. Kondisi tersebut diperkirakan bisa terjadi hingga Sabtu (24/1), dengan harga logam mulia di kisaran Rp2.752.000.

Baca Juga: Tunda Bayar 2025 Ditetapkan Jadi Utang APBD 2026 Meranti

Namun demikian, skenario sebaliknya justru dinilai lebih kuat. Menurut Ibrahim, harga emas dunia berpeluang naik menuju 5.020 pada Senin (26/1). “Apakah nanti benar-benar menyentuh 5.020 dolar AS? Kita lihat saja. Tapi kalau itu terjadi, harga logam mulia bisa berada di sekitar Rp2.992.000,” jelasnya.

Tak berhenti di situ, Ibrahim juga membuka peluang penguatan lanjutan hingga menyentuh level resisten kedua di 5.100 dolar AS. Jika level ini tercapai, harga logam mulia domestik diperkirakan menembus Rp3.092.000.

“Wow, ini luar biasa. Ada kemungkinan besar menuju 5.100 dolar AS sampai hari Sabtu (31/1). Tapi sepertinya tidak sampai Rp3.100.000, kemungkinan di Rp3.092.000. Itu di akhir Februari,” tegasnya.

Dengan proyeksi tersebut, Ibrahim menilai bahwa pada akhir Februari, level 5.000 dolar AS ke atas sangat mungkin tercapai. “Ingat, resisten kedua di 5.100 dolar AS  itu setara dengan Rp3.092.000,” ujarnya.

Baca Juga: DPR Minta Pemerintah Pakai Pendekatan HAM

Lebih lanjut, Ibrahim memaparkan sejumlah faktor utama yang mendorong pergerakan harga emas dunia dan logam mulia.Faktor pertama adalah geopolitik, disusul perang dagang, dinamika politik Amerika Serikat, serta keseimbangan suplai dan demand.

Dari sisi geopolitik, situasi Greenland sempat memberikan angin segar pasca adanya kesepakatan yang memungkinkan Amerika Serikat mengakses wilayah tersebut bersama NATO. Secara teori, kondisi ini seharusnya menekan harga emas.

“Namun kenyataannya tidak demikian. Ketegangan justru masih terjadi, terutama setelah Presiden Trump memperkarsai upaya perdamaian untuk Uni Eropa dan Gaza, tetapi negara-negara Eropa tidak mau bergabung,” jelas Ibrahim.

Ia menilai hubungan Amerika Serikat dan Uni Eropa hingga kini masih memanas. Kondisi ini diperparah dengan pergerakan militer Amerika di Timur Tengah.

Selain itu, situasi geopolitik Amerika Latin juga turut menyumbang ketidakpastian global. Amerika Serikat disebut melakukan blokade minyak terhadap Kuba, yang kembali memanas setelah Venezuela mengalami gejolak politik.

“Kuba sangat bergantung pada pasokan minyak dari Venezuela. Ketika dikenai embargo dan pengawasan ketat oleh Amerika, ini tentu akan memperkeruh situasi global,” ujar Ibrahim.

Melansir website Logam Mulia, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) berada di level tertinggi, yakni Rp2,887 juta per gram. Sedangkan untuk buyback emas Antam berada Rp2,722 juta per gram. Angka ini menunjukkan adanya selisih tipis Rp7.000 per  gram untuk emas Antam.

Baca Juga: Jangan Sampai Indonesia Jadi “Anak Buah” Donald Trump

Sedangkan harga emas yang dijual PT Pegadaian (Persero), kompak mengalami kenaikan pada setiap jenisnya. Hal itu diketahui dari daftar harga emas batangan yang tertera pada laman resmi Pegadaian. Untuk emas Galeri 24 untuk berat 1 gram dijual sebesar Rp2,925 juta, naik Rp10 ribu dibandingkan dengan harga jual di hari sebelumnya. Sedangkan emas 1 gram UBS dijual sebesar Rp2,974 juta, naik sebanyak Rp22 ribu.

Data ini didapat dari laman resmi Galeri24. Pegadaian Pekanbaru juga menyediakan gerai emas resmi di Jalan Sudirman. Manajer Galeri 24 Pegadaian Pekanbaru Mohammad Iqbal menyebutkan, saat ini harga emas meroket tajam, tetapi sewaktu-waktu bisa turun atau stagnan lagi. harga emas 1 gram menyentuh Rp2,925 juta. “Saat ini literasi keuangan masyarakat Pekanbaru meningkat. Jadi banyak yang membeli emas untuk berinvestasi,” jelas penjual emas di Sukaramai Trade Center (STC) Pekanbaru Andre

Sejumlah toko penjual emas di Pekanbaru menjual emas batangan Antam Rp3.200.000 per gram. Sedangkan untuk emas perhiasan 24 karat dijual Rp6.400.000 per emas (2,5 gram). Andre mengatakan, kenaikan harga emas batangan di Pekanbaru cukup signifikan. Padahal, Sabtu (24/1) lalu , emas Antam masih Rp3.150.000 per gram, emas batangan merek Galeri 24 dijual Rp2.850.000 per gram, dan emas perhiasan dijual Rp6.300.000 per emas (2,5 gram).

“Kenaikan terus terjadi karena adanya konflik geo politik internasional. Hari ini (kemarin, red) kenaikan terjadi sekitar Rp50.000 per gram untuk emas batangan. Dan harga ini akan kembali terkoreksi melihat permintaan emas cukup tinggi di pasaran,” ujarnya.

Baca Juga: Dirut BRI Soroti Peluang Percepatan Bisnis Fintech Indonesia di WEF 2026

Sementara itu, untuk penjualan emas batangan dan perhiasan di Pekanbaru masih tergolong fluktuatif. Di mana minat jual dan beli masyarakat masih sama-sama cukup tinggi, sehingga untuk stok emas batangan di toko perhiasan miliknya dipastikan tetap tersedia.

“Kalau penjualan selama kenaikan ini masih berkisar 30-40 persen. Kebanyakan masyarakat menjual karena melihat harga yang tinggi, tapi ada juga yang masih bertahan untuk tidak membeli menunggu harga turun,” ucapnya.(ayi/jpg)

Editor : Arif Oktafian
#emas antam #domestik #ibrahim assuaibi #geopolitik