Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Investor Asing Cermati Risiko Pelebaran Defisit Fiskal 2026

Tim Redaksi • Senin, 26 Januari 2026 | 12:21 WIB

HANS KWEE
HANS KWEE



PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak berhati-hati di tengah gejolak global dan dinamika kebijakan domestik. Meski volatilitas pasar dunia tinggi, IHSG  masih berpeluang konsolidasi dengan kecenderungan menguat dalam jangka pendek.

“Secara teknikal, IHSG diproyeksikan memiliki area support di kisaran 8.837-8.715 dan resistance di level 9.107-9.174,” ujar Pengamat Pasar Modal Hans Kwee, Ahad (25/1)

Volatilitas Wall Street

Hans menyebutkan, tekanan eksternal masih membayangi pergerakan bursa, terutama dari volatilitas Wall Street akibat ketegangan geopolitik global, termasuk isu Greenland. Selain itu, tema akal imitasi (AI) tetap menjadi perhatian pelaku pasar, meski investor kini lebih selektif. “Investor mulai menuntut belanja modal besar di sektor AI benar-benar tercermin dalam pendapatan perusahaan, bukan sekadar narasi,” ucapnya.

Dari sisi data ekonomi Ame­­rika Serikat, peluang pemangkasan suku bunga The Fed makin menyempit. Data PCE yang solid, klaim pengangguran yang naik lebih kecil dari perkiraan, serta pertumbuhan ekonomi kuartal IV yang melampaui ekspektasi membuat The Fed diperkirakan menahan suku bunga pada Januari. “Dengan kondisi itu, ruang pemotongan bunga The Fed menjadi lebih kecil,” imbuhnya.

Rupiah
Paling Rentan

Dari Asia, mata uang negara berkembang berpotensi mendapat sentimen positif dari investasi AI. Namun, rupiah dinilai termasuk yang paling rentan tertekan. Ruang Bank Indonesia (BI) untuk memangkas suku bunga juga kian sempit akibat tekanan eksternal dan kondisi fiskal domestik.

“Investor asing masih mencermati risiko pelebaran defisit fiskal 2026 setelah defisit 2025 mencapai 2,92 persen. Selain itu, pencalonan Thomas Djiwandono yang merupakan keponakan Presiden Prabowo dinilai bisa mengganggu persepsi independensi BI,” ujarnya.

Perdagangan
Pekan Lalu

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad menyampaikan bahwa perdagangan saham periode 19-23 Januari 2026 ditutup bervariasi. Rata-rata volume transaksi harian naik 9,32 persen menjadi 65,73 miliar saham dari 60,13 miliar saham pekan sebelumnya.

Baca Juga: PT APGWI Berhasil Tingkatkan Produksi Wilayah Kerja West Kampar

Rata-rata nilai transaksi harian juga meningkat 3,59 persen menjadi Rp33,85 triliun dari Rp32,67 triliun. Adapun frekuensi transaksi harian berubah 2,66 persen menjadi 3,75 juta kali.

Selama sepekan, IHSG turun 1,37 persen ke level 8.951,010 dari 9.075,406. “Meskipun begitu, IHSG sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level 9.134,700 pada Selasa (20/1),” katanya.

Sejalan dengan indeks, kapitalisasi pasar BEI turun 1,62 persen menjadi Rp16.244 triliun dari Rp16.512 triliun. Pada perdagangan terakhir, investor asing mencatat beli bersih Rp759 miliar dengan total net buy sepanjang 2026 mencapai Rp4,05 triliun.(mim/dio/gem)

Laporan JPG, Jakarta

Editor : Arif Oktafian
#investor asing #ihsg #defisit #pelebaran