JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Genap berusia satu tahun berkiprah di industri otomotif tanah air JAECOO memantapkan posisinya sebagai penantang kuat di segmen SUV premium dengan mengusung teknologi Super Hybrid System (SHS) dan Electric Vehicle (EV).
JAECOO telah membawa berbagai model SUV premium unggulan mulai dari J7 SHS-P, J8 SHS-P ARDIS, J8 ARDIS, serta yang terbaru dan sangat diminati oleh masyarakat Indonesia yaitu J5 EV.
Berhasil membangun fondasi pasar yang kokoh sejak Januari 2025 membuktikan performa serta respons konsumen yang masif terhadap seluruh lini produknya.
“Pencapaian dan perjalanan JAECOO di Indonesia sungguh melampaui ekspektasi kami. Dari pengenalan teknologi SHS di model J7 SHS-P dan J8 SHS-P ARDIS hingga antusiasme yang luar biasa terhadap J5 EV, terlihat jelas bahwa konsumen Indonesia mendambakan kendaraan segmen SUV yang efisien tanpa mengorbankan performa. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin terbuka terhadap inovasi elektrifikasi yang relevan dengan kebutuhan mobilitas nyata,” ujar Business Unit Director JAECOO Indonesia, Jim Ma, dalam ajang IIMS 2026 (7/2/2026).
Sejak diperkenalkan melalui Investors Gathering pada akhir 2024, JAECOO konsisten mengusung diferensiasi melalui teknologi elektrifikasi yang tangguh.
Beberapa tonggak sejarah yang berhasil diraih dalam kurun waktu satu tahun ini menjadi bukti keseriusan JAECOO di pasar nasional, termasuk pencapaian Rekor MURI sebagai mobil Plug-in Hybrid (PHEV) dengan jarak tempuh terjauh, yakni 1.660 km dalam sekali pengisian penuh daya dan bahan bakar.
Uji ketahanan ini dilakukan pada September 2025 melintasi berbagai medan, sekaligus membuat JAECOO J8 SHS ARDIS sebagai kendaraan PHEV dengan jarak tempuh terjauh di Indonesia.
Model ini juga menjadi mobil PHEV pertama yang dipercaya bertugas sebagai Zero Car dalam ajang Indonesia Rally Raid Adventure (IRRA), memperlihatkan ketangguhan sistem elektrifikasi di lintasan off-road.
Ekspansi portofolio juga menjadi kunci, di mana kehadiran J7 SHS-P dan J8 SHS-P ARDIS sukses mendefinisikan standar baru SUV hybrid berperforma tinggi.
Teknologi Super Hybrid System (SHS) JAECOO ini dikembangkan untuk menjawab keterbatasan yang selama ini sering ditemui pada sistem hybrid konvensional.
Melalui arsitektur sistem yang mengintegrasikan tenaga listrik dan mesin secara cerdas, SHS dirancang untuk menghadirkan efisiensi energi sekaligus performa yang tetap konsisten dan responsif di berbagai kondisi berkendara.
Dalam skenario penggunaan harian, termasuk mobilitas hingga sekitar 100 kilometer, JAECOO J7 SHS-P dapat beroperasi sepenuhnya dalam mode listrik.
Perpindahan mode tenaga berlangsung adaptif sesuai kebutuhan berkendara, dengan karakter akselerasi yang halus dan stabil, sekaligus mempertahankan fleksibilitas jarak tempuh khas kendaraan plug-in hybrid.
Pencapaian luar biasa JAECOO juga tercermin dari pertumbuhan jaringan diler yang sangat agresif di seluruh wilayah Indonesia hanya dalam kurun waktu satu tahun, termasuk Pekanbaru dengan total 25 dealer berstandar global.
JAECOO juga menargetkan ekspansi hingga 80 dealer pada akhir 2026 guna memperluas akses konsumen terhadap layanan purna jual.
Selain itu, peluncuran J5 EV pun membuat pencapaian JAECOO setahun kebelakang berkembang pesat, dengan mencatatkan lebih dari 2.000 pemesanan atau Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) secara nasional hanya dalam dua hari pertama peluncuran di Indonesia, dengan total pemesanan per akhir Januari yang telah mencapai angka 12.000 unit.
JAECOO berkomitmen untuk terus mengoptimalkan kapasitas produksi guna memangkas waktu tunggu (indent) tanpa sedikit pun menurunkan standar kontrol kualitas yang ketat, memastikan setiap unit yang diterima pelanggan memenuhi standar produk global.
Seiring antusiasme yang meningkat tersebut, JAECOO Indonesia melakukan langkah agresif dalam memperkuat rantai pasok dan meningkatkan kapasitas produksi, dengan bentuk komitmen nyatanya berupa pengiriman lebih dari 3.000 unit J5 EV hingga Januari 2026 kepada konsumen di seluruh Indonesia sekaligus penambahan kapasitas perakitan dan jangkauan dealer.
Laporan : Ari Iswandi
Editor : M. Erizal