PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - RS Awal Bros Hangtuah secara resmi meluncurkan Hair Center pertama di Pekanbaru sebagai pusat rujukan kesehatan rambut berbasis bukti medis. Langkah strategis ini hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat Riau akan perawatan kulit kepala yang komprehensif dan terukur.
Spesialis Dermatoogi, Venereologi, dan Estetika RS Awal Bros Dr Pristia Widya Monica MA MM SpDVE di Pekanbaru, Ahad (15/2) menjelaskan, kehadiran pusat layanan ini bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan estetika.
“Rambut adalah bio-marker atau indikator biologis mengenai kondisi kesehatan tubuh Awalbrosist. Kami melihat adanya kebutuhan untuk menjembatani kesenjangan antara perawatan rambut konvensional dengan tantangan lingkungan spesifik yang dihadapi penduduk di wilayah tropis seperti Sumatera,” ungkapnya.
Salah satu fokus utama layanan ini adalah menangani dampak kualitas sumber air di wilayah Riau terhadap kesehatan rambut. Baik air gambut dengan tingkat keasaman (pH) rendah maupun air sadah hasil penjernihan intensif sering kali mengandung residu mineral tinggi.
Paparan mineral mikroskopis ini secara terus-menerus memicu penumpukan pada batang rambut yang mengakibatkan struktur keratin menjadi kaku dan rapuh. Kondisi ini sering kali membuat rambut mudah patah meski pasien telah menggunakan produk kondisioner.
Di Hair Center RS Awal Bros menghadirkan penanganan khusus yang mampu menetralisir dampak kimiawi air guna menjaga kekuatan keratin dan kesehatan kulit kepala. Apalagi kondisi iklim Pekanbaru yang panas dan lembab juga memberikan tantangan tersendiri, terutama bagi para muslimah yang mengenakan hijab dalam aktivitas sehari-hari. Kondisi kelembapan yang terperangkap pada kulit kepala akibat sirkulasi udara yang terbatas sering kali memicu ketidakseimbangan alami kulit kepala.
Hal inilah yang menjadi akar masalah ketombe basah, rasa gatal, hingga risiko kerontokan akibat beban tarikan rambut yang disebut traction alopecia. dr Pristia menekankan bahwa masalah ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan pemberian serum permukaan atau pemijatan secara mandiri.
Tanpa diagnosis medis yang akurat, tindakan semacam itu justru berisiko memperparah kondisi peradangan. Ketidakcukupan perawatan konvensional sering terjadi karena sebagian besar produk hanya menyentuh batang rambut yang sudah terbentuk.
Sebaliknya, Hair Center RS Awal Bros berfokus pada kesehatan folikel, yaitu pabrik rambut yang hidup di bawah permukaan kulit.
Masalah kerontokan, baik yang dipicu oleh faktor genetik (androgenetic alopecia), kerontokan mendadak akibat respon adaptif tubuh setelah sakit atau perubahan fisiologis (telogen effluvium), hingga kondisi sistem imun yang keliru mengenali akar rambut (alopecia areata), merupakan proses biologis yang sangat kompleks. “Melalui diagnosis, kami memastikan setiap terapi bekerja langsung pada pembuluh darah mikro yang menutrisi akar rambut,” tambah dr Pristia.
Sebagai standar emas diagnosa, Hair Center memperkenalkan trikoskopi digital. Teknologi ini memungkinkan tim medis memantau kondisi kulit kepala dengan perbesaran tinggi. Mulai dari sumbatan pori, pengecilan diameter rambut, hingga tanda peradangan yang tidak tertangkap mata telanjang.
Bagi kasus kebotakan permanen, RS Awal Bros Hangtuah menghadirkan teknologi transplantasi rambut di Riau, Follicular Unit Excision (FUE). Berbeda dengan teknik lama yang meninggalkan bekas luka memanjang, FUE adalah prosedur bedah mikro yang mengambil folikel rambut satu per satu secara presisi. “Komitmen profesional ini wujud dedikasi RS Awal Bros untuk membawa standar dermatologi dan estetika global ke tingkat lokal,” ujarnya.(gem)
Laporan PRAPTI DWI LESTARI, Pekanbaru
Editor : Arif Oktafian