Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

J&T Express Siapkan Strategi Jitu Agar Tak Ada Paket "Macet" di Jalan

Redaksi • Kamis, 19 Februari 2026 | 15:31 WIB
Karyawan J&T Express tengah melakukan penyortiran paket di pusat sortir J&T Express di kawasan Tangerang, Banten.
Karyawan J&T Express tengah melakukan penyortiran paket di pusat sortir J&T Express di kawasan Tangerang, Banten.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- J&T Express melakukan serangkaian persiapan strategis untuk mengantisipasi lonjakan volume pengiriman paket yang akan terjadi selama bulan suci Ramadan 2026.

Ini dilakukan seiring dengan kinerja pengiriman pada Ramadan tahun 2025 yang mencatatkan peningkatan lebih dari 40 persen volume pengiriman dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Robin Lo, CEO J&T Express mengungkapkan bahwa volume pengiriman yang terus meningkat setiap tahunnya menunjukkan bahwa preferensi masyarakat untuk berbelanja secara online tetap tinggi, yang berdampak langsung pada permintaan logistik.

Hal inilah yang mendorong J&T Express untuk terus berupaya mengoptimalkan aspek operasional, memastikan pengiriman tetap aman, tepat waktu, dan sesuai dengan standar layanan, meskipun volume pengiriman melonjak tajam.

"Tak hanya peningkatan pengiriman, Ramadan tahun ini juga dibarengi dengan potensi cuaca ekstrem yang membuat operasional pengiriman menjadi lebih menantang. Meskipun demikian, kami optimis dapat tetap memenuhi ekspektasi pelanggan melalui strategi yang adaptif dan teknologi terintegrasi yang kami miliki," ungkap Robin.

Strategi J&T Express Menghadapi Lonjakan Pengiriman Selama Ramadan antara lain: Pertama, meningkatkan kapasitas operasional dengan merekrut seasonal worker, menambah shift malam, dan mengoptimalkan mesin sortir di gateway dan pusat sortir, agar paket dapat tetap dikirim tepat waktu sesuai Service Level Agreement (SLA).

Kedua, menambah frekuensi linehaul (pengiriman antar kota/provinsi) menggunakan moda transportasi truk hingga pesawat, sambil menjaga perawatan kendaraan agar pengiriman tetap lancar dan menghindari penumpukan paket.

Ketiga, memantau alur pengiriman paket secara real-time menggunakan sistem berbasis artificial intelligence untuk memastikan kelancaran distribusi, serta melakukan koordinasi intensif dengan tim lapangan guna mengatasi kendala yang muncul, seperti cuaca ekstrem atau bencana alam.

Keempat, memastikan bahwa seluruh outlet Drop Point dan Mini Drop Point akan tetap beroperasi setiap hari selama bulan Ramadan. Langkah ini diambil untuk memastikan pelanggan dapat dengan mudah mengakses layanan pengiriman paket, meskipun di tengah rutinitas ibadah puasa yang lebih padat.

J&T Express Optimis Pengiriman Paket Akan Meningkat
Berdasarkan survei Jakpat, 70 persen responden akan meningkatkan pengeluaran selama Ramadan 2025 dibanding bulan lainnya. Selain itu, survei Populix menunjukkan bahwa 78 persen masyarakat berencana membeli produk fesyen selama bulan suci Ramadan.

Sejalan dengan hal tersebut, data pengiriman J&T Express selama Ramadan 2025 juga menunjukkan bahwa fesyen menjadi salah satu kategori produk yang paling banyak dikirimkan.

"Melihat tren belanja yang terus meningkat dan lonjakan pengiriman yang konsisten selama Ramadan di tahun-tahun sebelumnya, J&T Express optimis bahwa volume pengiriman pada Ramadan tahun ini akan melampaui rata-rata pengiriman harian. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik, memastikan pengiriman tetap sesuai ekspektasi pelanggan, dan menjaga keandalan layanan selama Ramadan," tutup Robin.(ari)

 

Editor : Rinaldi
#paket macet #strategi jitu #j&t