Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Epson Ambil Peran dalam Modernisasi Tekstil

M Ali Nurman • Jumat, 27 Februari 2026 | 12:58 WIB

Epson merilis mesin pencetakan profesional berteknologi digital dye-sublimation.
Epson merilis mesin pencetakan profesional berteknologi digital dye-sublimation.

JAKARTA (RIAUPO.CO) - Epson kembali menegaskan posisinya sebagai pemimpin global teknologi pencetakan profesional dengan merilis whitepaper terbaru hasil kolaborasi bersama International Data Corporation (IDC) berjudul Digital Sublimation Printing: Driving Customer Value, Sustainability, and Growth.

Berdasarkan survei regional terhadap pemilik dan pengambil keputusan perusahaan cetak tekstil di Indonesia, Filipina, dan Thailand, laporan tersebut menyoroti peran strategis teknologi digital dye-sublimation dalam mentransformasi industri cetak tekstil Asia Tenggara.

Di tengah meningkatnya ekspektasi pelanggan, tekanan ekonomi, serta tuntutan keberlanjutan, pelaku industri kini beralih ke solusi digital canggih guna mempertahankan daya saing.

IDC mencatat lonjakan signifikan pengiriman printer digital dye-sublimation di kawasan Asia Pasifik dari kurang 1.500 unit pada 2017 menjadi proyeksi lebih dari 3.000 unit pada akhir 2025. Permintaan terhadap produk tekstil yang dapat dikustomisasi dan ramah lingkungan menjadi pendorong utama. Sebanyak 44 persen responden survei menyebut efisiensi biaya untuk produksi skala kecil dan kustomisasi sebagai alasan utama adopsi teknologi ini.

Digital dye-sublimation dinilai unggul dalam menghasilkan warna cerah dan desain variatif, bahkan untuk produksi satuan. Hal ini menjawab kebutuhan pasar akan kualitas tinggi dengan waktu produksi lebih cepat.

Laporan tersebut juga menunjukkan perusahaan yang berinvestasi pada teknologi digital dye-sublimation mencatat pertumbuhan pendapatan delapan kali lebih cepat dibandingkan metode sablon konvensional. Dalam periode 24 bulan, rata-rata pertumbuhan mencapai 8,4 persen, jauh di atas metode tradisional yang hanya sedikit di atas 1 persen.

Berbeda dengan sablon yang membutuhkan jumlah cetak minimum besar, teknologi ini memungkinkan produksi sesuai permintaan (on-demand) dalam skala kecil. Selain mencetak gulungan kain, penyedia jasa kini juga mampu memproduksi label dan tag tekstil berukuran kecil secara efisien.(muh)

Laporan M ALI NURMAN

 

Editor : Arif Oktafian
#idc #modernisasi #tekstil #epson