Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Ekspansi Usaha Masih Selektif

Tim Redaksi • Senin, 2 Maret 2026 | 13:48 WIB

ANINDYA NOVYAN BAKRIE
ANINDYA NOVYAN BAKRIE


JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pasar keuangan domestik membuka tahun 2026 dengan euforia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus rekor tertinggi sepanjang masa. Namun, di balik reli tersebut, dunia usaha masih memilih bersikap hati-hati dalam mengeksekusi ekspansi.

Merujuk survei Kadin Business Pulse, kuartal IV 2025, optimisme pelaku usaha tercatat mencapai 40 persen, lebih tinggi dibandingkan sentimen negatif sebesar 35 persen. Sementara 25 persen responden menilai kondisi usaha berada pada level normal. Survei ini merupakan riset perdana yang dilakukan Kadin Indonesia Institute.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyebutkan, penguatan pasar menjadi faktor utama pendorong optimisme dengan kontribusi 38 persen. Iklim persaingan usaha yang lebih kondusif menyumbang 24 persen, disusul regulasi yang dinilai membaik sebesar 23 persen.

“Dari sisi sektoral, optimisme tertinggi tercatat pada jasa keuangan dan asuransi. Ini sejalan dengan penguatan pasar keuangan yang tercermin dari lonjakan IHSG menembus level psikologis 9.000 di awal tahun,” ujar Anindya di Jakarta, Ahad (1/3)

Meskipun demikian, dia mengingatkan masih ada tantangan struktural yang membayangi dunia usaha. Di antaranya kebijakan dan regulasi pemerintah (20 persen), akses pembiayaan (17 persen), permintaan (13 persen), serta isu tenaga kerja (9 persen).

Baca Juga: Tanpa Haaland, City Punya Semenyo

Survei Kadin bersama  Perbanas menunjukkan, optimisme tersebut belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi aksi ekspansi. Hanya 39 persen pengusaha yang menyatakan siap berinvestasi atau memperluas usaha dalam enam bulan ke depan.

Wakil Ketua Umum Bidang Analisis Kebijakan Makro-Mikro Ekonomi Kadin Aviliani menjelaskan, sebanyak 71 persen pengusaha meyakini kebijakan pro-growth mampu memperkuat sektor riil. Namun, keyakinan itu belum otomatis mendorong keputusan investasi.(agf/dio/jpg)

Editor : Arif Oktafian
#ekspansi usaha #Anindya Novyan Bakrie #ihsg #pasar keuangan