JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Perayaan Idulfitri tahun ini menjadi momentum penting bagi transformasi gaya hidup finansial masyarakat Indonesia. PT Pegadaian mencatat lonjakan signifikan dalam aktivitas transaksi emas selama periode Ramadan hingga Idulfitri 1447 H. Alih-alih hanya berfokus pada belanja konsumtif, masyarakat kini cenderung memanfaatkan tunjangan hari raya (THR) untuk memperkuat aset masa depan melalui investasi emas.
Data internal Pegadaian menunjukkan tren pertumbuhan yang jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Memasuki pengujung bulan Maret 2026, total gramasi pembelian tabungan emas tumbuh luar biasa sebesar 137,76 persen, dengan total lebih dari 5,5 ton.
Peningkatan ini didorong oleh semakin tingginya kesadaran masyarakat menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai (safe haven). Harga emas yang bertahan di level kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global memicu masyarakat untuk mengamankan nilai kekayaan mereka.
“Fenomena tahun ini menunjukkan pergeseran habit yang positif. Masyarakat tidak lagi sekadar menghabiskan THR untuk kebutuhan musiman, tetapi justru menambah kepemilikan emas sebagai strategi investasi jangka panjang,” ujar Kepala Divisi Bisnis Bulion, Kadek Eva Suputra. Editor : Arif Oktafian