PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, Hotel Aryaduta Pekanbaru ikut memperingati Earth Hour, Sabtu (28/3) malam.
Kegiatan yang difokuskan di lobi Hotel Aryaduta Pekanbaru ini menjadi momentum penting untuk menegaskan kepedulian terhadap kondisi bumi yang semakin rentan akibat perubahan iklim dan eksploitasi sumber daya.
Acara yang berlangsung hangat dan penuh makna tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari tamu hotel, komunitas pecinta lingkungan, hingga masyarakat umum. Yang ikut meramaikan suasana mai dari menyalakan lilin bersama hingga flashmob ditengah kegelapan yang menjadi simbol kepedulian terhadap penghematan energi.
Operational Manager Hotel Aryaduta Pekanbaru GA Rivelino Said mengatakan, Earth Hour bukan sekadar aksi simbolik memadamkan lampu selama 60 menit.
Kegiatan ini merupakan bentuk refleksi bersama akan tanggung jawab manusia dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
“Earth Hour adalah pengingat bagi kita semua bahwa langkah kecil yang dilakukan secara kolektif dapat memberikan dampak besar bagi bumi. Ini bukan hanya tentang satu jam tanpa cahaya, tetapi tentang kesadaran yang harus terus kita jaga setiap hari,” katanya.
Apalagi saat ini, isu pemanasan global menjadi isu utama yang diangkat dalam kegiatan ini adalah pentingnya perubahan perilaku dalam menghadapi krisis lingkungan global.
Penggunaan energi yang berlebihan, limbah yang tidak terkelola dengan baik, serta minimnya kesadaran akan gaya hidup ramah lingkungan menjadi tantangan besar yang harus dihadapi bersama.
Itu sebabnya, dalam Earth Hour menjadi bagian dari komitmen jangka panjang dalam mendukung praktik berkelanjutan.
Berbagai upaya telah dilakukan oleh manajemen hotel, mulai dari penerapan efisiensi energi, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, hingga program-program internal yang mendukung pelestarian lingkungan.
Peringatan Earth Hour tahun ini di Pekanbaru membawa pesan yang semakin kuat, krisis lingkungan bukan lagi isu masa depan, melainkan realitas yang harus segera direspons.
Keterlibatan sektor swasta seperti hotel dalam kampanye ini menunjukkan, tanggung jawab menjaga bumi bukan hanya milik pemerintah atau aktivis, tetapi semua pihak.
Dengan semangat kolaborasi, diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus menginspirasi masyarakat luas untuk beralih ke gaya hidup yang lebih berkelanjutan.
Kesadaran kolektif menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan yang semakin kompleks.
“Kami tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial. Komitmen kami adalah menghadirkan perubahan nyata melalui langkah-langkah konkret dalam operasional sehari-hari,”tegasya.(ayi)
Editor : Arif Oktafian