PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Arus balik mudik hingga kini masih terjadi. Tak sedikit dari pemudik yang memilih pergi ke kampung halaman menggunakan kendaraan roda dua. Apapun alasannya, mudik dengan kendaraan pribadi tentunya wajib dipersiapkan jauh hari agar selamat sampai tujuan. Kondisi kendaraan harus dipastikan prima mengingat jarak tempuh yang jauh dan kondisi jalanan yang mungkin tidak selalu mulus.
Untuk pemudik dengan kendaraan roda dua, harus memastikan kondisi “tempur” kendaraan berada di level maksimal. Hal itu dikatakan Instruktur Safety Riding Honda PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) Riau Rama Dhandyano.
Menurutnya ada beberapa hal yang wajib dicek sebelum sepeda motor akan dipaksa bekerja ekstra keras selama belasan jam. “Pertama, ban. Cek ketebalan alur (TWI) dan tekanan angin. Jangan gunakan ban yang sudah gundul,” ungkapnya.
Kedua, rem. Pastikan kampas rem depan dan belakang masih tebal. Ketiga lampu-lampu. Pastikan lampu utama, sein, dan lampu rem berfungsi 100 persen. Keempat, ganti oli sebelum berangkat dan cek kondisi rantai atau v-belt.
Rama mengatakan, agar mudik dengan sepeda motor lancar jaya, pemudik juga wajib rencanakan perjalanan sedini mungkin. Mulai dari jalur atau rute yang akan dilewati, lalu waktu yang tepat saat start berangkat.
“Gunakan helm, jaket, sarung tangan, celana dan sepatu riding. Kemudian bawa tool kit untuk mengantisipasi kendala-kendala ringan dan jangan lupa siapkan rain coat apabila cuaca sedang kurang bersahabat ketika dalam perjalanan,” lanjutnya.
Ia menjelaskan, sebenarnya musuh terbesar pemudik bukanlah jarak, melainkan kelelahan (fatigue). Karena itu, jaga kondisi tubuh agar tetap fit sebelum dan saat melakukan perjalanan.
“Beristirahatlah setiap 2 jam sekali selama minimal 15 sampai 20 menit. Jangan menunggu lelah baru berhenti untuk menghindari microsleep atau gejala tidur sesaat selama beberapa detik yang sering menjadi penyebab kecelakaan fatal. Jika mata mulai berat, segera cari SPBU atau rest area untuk tidur sejenak,” ujarnya.
Kemudian, pahami jalur. Pantau aplikasi navigasi untuk mengetahui titik kemacetan atau jalur alternatif yang lebih aman. Tips aman mudik roda dua lainnya ialah manajemen muatan. “Jangan jadi “Gudang Berjalan,”tegasnya.
Bawalah surat-surat berkendara, identitas diri dan uang secukupnya, bukan membawa barang bawaan berlebih. Barang yang terlalu tinggi atau lebar mengganggu keseimbangan dan aerodinamika. “Hindari membawa penumpang lebih dari satu orang. Pastikan kaki pengendara tetap memiliki ruang gerak yang bebas untuk mengerem dan berpindah gigi,” pesannya.(azr)
Editor : Arif Oktafian