Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pertamina Genjot Energi Terbarukan Demi Ketahanan Nasional

jpg • Senin, 6 April 2026 | 15:24 WIB
Dua perwira Pertamina sedang melakukan pengecekan rutin di kilang milik PT Pertamina, belum lama ini. (jpg)
Dua perwira Pertamina sedang melakukan pengecekan rutin di kilang milik PT Pertamina, belum lama ini. (jpg)

 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Di tengah ke­tidakpastian geopolitik global yang memicu fluktuasi pasokan dan harga energi, PT Pertamina (Persero) mempercepat pengembangan E­nergi Baru Terbarukan (EBT) sebagai strategi menjaga ketahanan energi nasional. 

Langkah ini dinilai krusial di saat energi fosil kian ren­tan terhadap tekanan global. Pertamina pun menegaskan komitmennya untuk memperkuat bauran energi sekaligus mendorong transisi menuju sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan,  pengembangan EBT menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang perusahaan.

“Pertamina terus memperkuat bauran energi melalui pengembangan energi baru terbarukan. Upaya ini tidak hanya meningkatkan independensi energi nasional, tetapi juga menjadi bagian untuk energi yang lebih bersih bagi lingkungan,” ujar Baron, akhir pekan kemarin. 

Hingga akhir 2025, Pertamina telah menghasilkan energi bersih sebesar 8.743 GWh dari berbagai sumber rendah karbon. Salah satu kontributor utama adalah energi panas bumi atau geothermal dengan kapasitas terpasang mencapai 3.271 MW.

Baca Juga: Tempati Gedung Baru, Ini Pilihan Mesin Printing Berkualitas di Riau

Kontribusi tersebut berasal dari berbagai lini bisnis, antara lain pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) sebesar 2,4 MW, gas to power dari Jawa Satu Power sebesar 1.760 MW, gas to power dari Pertamina Power Indonesia sebesar 12,9 MW, energi surya sebesar 55,3 MW, serta panas bumi sebesar 772,5 MW.

Tak hanya di dalam negeri, ekspansi energi bersih juga dilakukan di tingkat internasional. Melalui Pertamina memiliki saham di perusahaan Filipina (CREC) yang menghasilkan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 669,3 MW.

Selain sektor komersial, Pertamina juga mendorong pemanfaatan energi bersih di tingkat masyarakat melalui program Desa Energi Berdikari (DEB). Hingga kini, sebanyak 252 desa telah mengembangkan energi transisi seperti panel surya, mikrohidro, dan biogas.

Baca Juga: QRIS BRK Syariah Permudah Seluruh Pembayaran di Universitas Riau, dari PMB hingga Yudisium

“Kami berharap dengan pemanfaatan energi transisi, masyarakat desa tak hanya memiliki ketahanan energi, tapi juga penggerak aktivitas ekonomi,” jelas Baron.

Dari total tersebut, 156 desa terbukti mampu memproduksi 15,8 ribu ton beras dan 890,4 ton pangan non-beras, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. Langkah Pertamina ini sejalan de­ngan target pemerintah dalam (RUEN), yang menekankan pentingnya transisi energi dan pengurangan emisi karbon.

Ke depan, Pertamina berkomitmen memperluas inisiatif energi bersih dan pemberdayaan masyarakat. Perusahaan juga menargetkan kontribusi nyata dalam pencapaian Net Zero Emission 2060 serta Sustainable Development Goals (SDGs).

“Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina,” tukasnya.(jpg)

 

Editor : Arif Oktafian
#ketahanan energi #energi terbarukan #geopolitik #fluktuasi #pt pertamina